PENGARUH KONSENTRASI GLISEROL DAN CMC (Carboxy Methyl Cellulose) TERHADAP KARAKTERISTIK BIODEGRADABLE FILM DARI SABUT KELAPA MUDA

IRFAN PERMADI, 1414051050 (2019) PENGARUH KONSENTRASI GLISEROL DAN CMC (Carboxy Methyl Cellulose) TERHADAP KARAKTERISTIK BIODEGRADABLE FILM DARI SABUT KELAPA MUDA. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
Abstrak.pdf

Download (13Kb) | Preview
[img] File PDF
Skripsi Full Teks.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2348Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1993Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Biodegradable film menjadi salah satu alternatif pengganti plastik konvensional yang sulit terurai. Biodegradable film dapat dibuat dari sumber daya alam seperti selulosa. Sabut kelapa muda mengandung selulosa sebesar 32,5%. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan gliserol dan CMC (Carboxy Methyl Cellulose) serta interaksi keduanya terhadap karakteristik biodegradable film dari sabut kelapa muda. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu penambahan gliserol dengan konsentrasi 0.5% (G1); 1% (G2); 1.5% (G3), dan faktor kedua yaitu penambahan CMC dengan konsentrasi 1% (C1); 2% (C2); 3% (C3). Data dianalisis sidik ragam untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan dan data dianalisis lebih lanjut dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara gliserol dan CMC dalam menghasilkan biodegradable film. Biodegradable film dengan perlakuan terbaik yaitu pada formulasi G1C2 (Gliserol 0,5% dan CMC 2%) dengan nilai kuat tarik sebesar 12,173 MPa, nilai ketebalan sebesar 0,269 mm, nilai elongasi sebesar 28,977%, nilai transmisi uap air sebesar 28,569 gr/(m2 /hari) dan biodegradabilitas selama 14 hari. Kata kunci: Selulosa, Gliserol, CMC (Carboxy Methyl Cellulose), WVTR, Biodegradble Film Biodegradable film is one alternative to substitubte conventional plastic which is difficult to decompose. Biodegradable film can be made from natural resources such as cellulose. Young coconut fiber contains 32.5% of cellulose. The aim of the study was to determine the effect of the addition of glycerol and CMC (Carboxy Methyl Cellulose) and their interactions on the characteristics of biodegradable film from young coconut fiber. This research was arranged in a Complete Randomized Block Design with two factors and three replications. The first factor is the addition of glycerol with a concentration of 0.5% (G1); 1% (G2); 1.5% (G3), and the second factor is the addition of CMC with a concentration of 1% (C1); 2% (C2); 3% (C3). Data were analyzed using ANOVA to determine the effect between treatments and the data were analyzed further using Honestly Significance Diffirence (HSD) at the level of 5%. The results showed that there was an interaction between glycerol and CMC in producing biodegradable film. Biodegradable film with the best treatment is in the formulation of G1C2 (Glycerol 0.5% and CMC 2%) with tensile strength of 12,173 MPa, thickness value of 0,269 mm, elongation value of 28,977%, moisture transmission value of 28,569 gr / (m2 /day) and biodegradability for 14 days. Keywords: Cellulose, Glycerol, CMC (Carboxy Methyl Cellulose), WVTR, Biodegradble Film

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi Teknologi Hasil Pertanian
Pengguna Deposit: UPT . Rukiah
Date Deposited: 31 Mar 2022 18:53
Terakhir diubah: 31 Mar 2022 18:53
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/57093

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir