EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L) SEBAGAI INHIBITOR PADA BAJA ST 42 DALAM MEDIUM KOROSIF NaCl 3% dan HCl 3%

Sarah Mutia Dicahyani, 1417041079 (2019) EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L) SEBAGAI INHIBITOR PADA BAJA ST 42 DALAM MEDIUM KOROSIF NaCl 3% dan HCl 3%. FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK.pdf

Download (8Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (4076Kb)
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2838Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Ekstrak daun pepaya digunakan sebagai inhibitor pada sampel baja ST 42 direndam selama 4 hari dalam medium korosif NaCl 3% dan HCL 3%. Konsentrasi inhibitor yang digunakan, yaitu 0%, 3%, 5% dan 7%. Setelah perlakuan pada sampel diperoleh nilai efisiensi terbesar terjadi pada inhibitor NaCl 3.5 sebesar 68,89% dan HCl 3.5 sebesar 77,19%. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa struktur kristal yang terbentuk merupakan fasa Fe murni. Karakterisasi SEM menunjukkan morfologi permukaan sampel, terlihat gumpalan pada sampel. Karakterisasi EDS pada sampel terlihat unsur Oksigen (O) yang mengindikasikan bahwa sampel telah terkorosi. Hasil perhitungan laju korosi juga menunjukkan laju korosi terendah terjadi pada sampel yang direndam dalam larutan NaCl 3.5 dan HCl 3.5. Berdasarkan hasil tersebut, inhibitor daun pepaya lebih efektif jika digunakan dalam larutan HCl dibandingkan larutan NaCl. Kata kunci : ST 42, ekstrak daun pepaya, inhibitor korosi, NaCl, dan HCl. Papaya leaf extract was used as an inhibitor in ST 42 steel samples immersed for 4 days in moderate corrosive NaCl 3% and HCL 3%. The concentration of inhibitors used were 0%, 3%, 5% and 7%. After being given to the sample, the highest efficiency value occurred in the NaCl 3.5 inhibitor at 68.89% and HCl 3.5 at 77.19%. The XRD characterization results showed that the crystal structure formed was pure Fe phase. SEM characterization shows the surface sample, visible lumps in the sample. The EDS characterization of the sample did not appear to be Oxygen (O) which proves that the sample has been corroded. Corrosion rate calculation results also indicate the corrosion rate that occurs in samples immersed in the completion of NaCl 3.5 and HCl 3.5. Based on these results, papaya leaf inhibitors are more effective if used in HCl solutions compared to NaCl solutions. Keywords: ST 42, papaya leaf extract, corrosion inhibitors, NaCl, and HCl.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 500 ilmu pengetahuan alam dan matematika
500 ilmu pengetahuan alam dan matematika > 530 Fisika
Program Studi: FAKULTAS MIPA > Prodi Fisika
Pengguna Deposit: UPT . Teti Novianti
Date Deposited: 04 Apr 2022 07:26
Terakhir diubah: 04 Apr 2022 07:26
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/57532

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir