STRATEGI TATA KELOLA EKOSISTEM MANGROVE DI KABUPATEN TANGERANG

Erlita Giffany Novitasari, 1714201016 (2021) STRATEGI TATA KELOLA EKOSISTEM MANGROVE DI KABUPATEN TANGERANG. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK-ABSTRACT - Erlita Giffany Novitasari.pdf

Download (5Mb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL - Erlita Giffany Novitasari.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (5Mb)
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN - Erlita Giffany Novitasari.pdf

Download (6Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

ABSTRAK STRATEGI TATA KELOLA EKOSISTEM MANGROVE DI KABUPATEN TANGERANG Oleh ERLITA GIFFANY NOVITASARI Ekosistem mangrove yang berada di pesisir Kabupaten Tangerang mempunyai peran sebagai pemberi jasa ekosistem. Jasa ekosistem tersebut dikelompokkan menjadi 3 fungsi, yaitu fungsi biologis, fungsi ekologis dan fungsi ekonomis. Mengingat fungsi penting dari ekosistem mangrove, maka dilakukannya penelitian untuk: (1) mempelajari jenis mangrove yang ada di wilayah pesisir Kabupaten Tangerang; (2) menentukan strategi untuk pengelolaan ekosistem mangrove di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2021, bertempat di 6 desa pesisir yaitu Desa Kronjo, Patra Manggala, Ketapang, Margamulya, Tanjung Burung dan Tanjung Pasir. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder serta dianalisis dengan metode analytical hierarchy process (AHP). Hasil dari pengumpulan data tersebut antara lain, tingkat tingkat pertama terdapat tujuan yaitu strategi tata kelola ekosistem mangrove di Kabupaten Tangerang. Tingkat kedua yaitu Aktor terdiri dari pemerintah (0,344), masyarakat (0,223), lembaga swadaya masyarakat (0,127) dan kolaborasi (0,307). Tingkat ketiga terdapat Kriteria yang dipertimbangkan dalam pengelolaan mangrove di wilayah pesisir lokasi penelitian, yaitu Kriteria sumber daya manusia (0,347), luasan mangrove (0,148), pencemaran lingkungan (0,136), potensi mangrove (0,173), dan status lahan (0,196). Tingkat keempat yaitu Alternatif pengelolaan mangrove yang terdiri dari rehabilitasi (0,571) dan konservasi mangrove (0,429). Hasil dari metode AHP didapatkan alternatif yang menjadi prioritas dalam strategi tata kelola adalah rehabilitasi mangrove dan kemudian diikuti dengan melakukan konservasi mangrove. Rehabilitasi dilakukan dengan penanaman kembali mangrove di kawasan pesisir dan dilanjutkan dengan kegiatan konservasi dalam menjaga dan meningkatkan kualitas sumber daya pesisir. Kata kunci: Tata Kelola ekosistem mangrove, AHP. ABSTRACT THE STRATEGY MANGROVE ECOSYSTEM GOVERNANCE IN TANGERANG DISTRICT By ERLITA GIFFANY NOVITASARI Mangrove ecosystem which located on the coast of Tangerang Regency has a role as an ecosystem service provider. These ecosystem services are grouped into 3 functions, namely biological functions, ecological functions and economic functions. Considering the important function of the mangrove ecosystem, research was conducted to: (1) learn about the types of mangroves in coastal areas of Tangerang Regency; (2) determine the strategy for the management of mangrove ecosystems in Tangerang Regency. The study was conducted in March 2021, located in 6 coastal villages namely Kronjo, Patra Manggala, Ketapang, Marga mulya, Tanjung Burung and Tanjung Pasir. The data used was primary and secondary data and analyzed by the analytical hierarchy process (AHP) method. The results of the data collection include, the first level there was a goal that is the mangrove ecosystem governance strategy in Tangerang Regency. The second level was the actor consisted of the government (0.344), the community (0.223), non-governmental organizations (0.127) and collaboration (0.307). The third level there was criteria considered in mangrove management in coastal areas of research sites, namely human resource criteria (0.347), mangrove area (0.148), environmental pollution (0.136), mangrove potential (0.173), and land status (0.196). The fourth level was alternative mangrove management consisted of rehabilitation (0.571) and mangrove conservation (0.429). The results of the AHP method obtained that the priority alternative in the governance strategy was mangrove rehabilitation and then followed by mangrove conservation. Rehabilitation was carried out by replanting mangroves in coastal areas and followed by conservation activities in maintaining and improving the quality of coastal resources. Keywords: Mangrove ecosystem governance, AHP.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Pertanian dan Pascasarjana > Prodi S1-Ilmu Kelautan
Pengguna Deposit: UPT Anita Ekarini
Date Deposited: 27 May 2022 09:22
Terakhir diubah: 27 May 2022 09:22
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/61988

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir