ANALISIS RESEPSI TERHADAP POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM FILM NANTI KITA CERITA TENTANG HARI INI

PESONA SOPHISTA MULYA, 1816031064 (2022) ANALISIS RESEPSI TERHADAP POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM FILM NANTI KITA CERITA TENTANG HARI INI. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (327Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (4Mb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (4Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Dominasi Ayah dalam lingkup keluarga dan pengasuhan seringkali menimbulkan konflik seperti perselisihan, kekerasan, penindasan, bahkan trauma karena terjadi ketidakseimbangan peran antara Ayah dan Ibu (orang tua) kepada anak. Isu terkait pola komunikasi keluarga yang tidak seimbang ini juga muncul di film NKCTHI sebagai representasi dari realitas sosial yang dibawa pembuat film. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menentukan posisi penerimaan penonton terhadap pola komunikasi keluarga dalam film NKCTHI berdasarkan tiga posisi makna Hall, yaitu: membaca dominan, negosiasi membaca, dan membaca oposisi. Penelitian ini menggunakan cultural studies dengan teori encoding-decoding Stuart Hall. Ada 5 adegan yang dipilih untuk dilihat maknanya, seperti: (1) sikap protektif ayah, (2) Sikap Ayah dalam mengambil keputusan, (3) Sikap Ayah mengambil keputusan upaya perlindungan dan kebahagiaan keluarga, (4) Sikap ibu dalam menjelaskan kepada anaknya. (5) Peran Ibu dalam menyelesaikan masalah keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan khalayak dipengaruhi berbagai macam faktor, peneliti menemukan bahwa kondisi keluarga, konteks scene di dalam film, dan posisi informan dalam keluarga. Diketahui bahwa pada konteks Scene Pertama dominasi posisi Negosiasi dengan 1 informan yaitu Azizah berada pada posisi Oposisi, pada Scene Kedua dominasi informan pada posisi Negosiasi dan Oposisi, pada Scene Ketiga informan didominasi posisi Negosiasi dan Oposisi dengan 1 informan, yaitu Azizah pada posisi Dominan, pada Scene Keempat informan didominasi dengan posisi Dominan, dan pada Scene Kelima didominasi pada posisi Dominan dan Negosiasi dengan perbandingan 4:3. Meskipun pemaknaan yang muncul beragam, hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan berada di posisi oposisi. Pemaknaan informan masih kental pengaruh pola asuh tradisional yang masih banyak diterapkan oleh sebagian besar orang tua dalam sebuah keluarga. Pola komunikasi seimbang terpisah masih dapat dikatakan sebagai sebuah pola asuh tradisional yang layak diaplikasikan di kehidupan masa kini. Kata kunci: Analisis Resepsi, Film NKCTHI, Pola Komunikasi Keluarga, Makna Penonton. Father's dominance in the family and parenting spheres often causes conflicts such as disputes, violence, oppression, and even trauma due to an imbalance in the roles of fathers and mothers (parents) to children. The issue of this unbalanced family communication pattern also appears in the film NKCTHI as a representation of the social reality brought by the filmmaker. Based on these problems, this study aims to determine the position of audience acceptance of family communication patterns in the NKCTHI film based on Hall's three meaning positions, namely: dominant reading, negotiating reading, and reading opposition. This research uses cultural studies with Stuart Hall's encoding- decoding theory. There are 5 scenes that were chosen to see their meanings, such as: (1) the father's protective attitude, (2) the father's attitude in making decisions, (3) the father's attitude in making decisions for family protection and happiness, (4) the mother's attitude in explaining to her child, (5) Mother's role in solving family problems. The results showed that the meaning of the audience was influenced by various factors, the researchers found that the family condition, the context of the scene in the film, and the position of the informant in the family. It is known that in the context of the First Scene the dominance of the Negotiation position with 1 informant, namely Azizah is in the Opposition position, in the Second Scene the informant's dominance is in the Negotiation and Opposition position, in the Third Scene the informant is dominated by the Negotiation and Opposition position with 1 informant, namely Azizah in the Dominant position, on In the Fourth Scene, the informant is dominated by the Dominant position, and in the Fifth Scene is dominated by the Dominant and Negotiation position with a ratio of 4:3. Although the meanings that appear vary, the results of the study show that the majority of informants are in an oppositional position. The informant's meaning is still strongly influenced by traditional parenting patterns which are still widely applied by most parents in a family. Separate balanced communication patterns can still be regarded as a traditional parenting pattern that is appropriate to be applied in today's life. Keywords: Reception Analysist, NKCTHI Film, Family Communication Pattern, Audience’s Meaning.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)
300 Ilmu sosial > 380 Perdagangan, komunikasi, dan transportasi
Program Studi: Fakultas ISIP > Prodi Ilmu Komunikasi
Pengguna Deposit: 2203294643 . Digilib
Date Deposited: 24 Jun 2022 07:45
Terakhir diubah: 24 Jun 2022 07:45
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/63755

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir