ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA PENGGELAPAN GULA PASIR YANG DILAKUKAN OLEH SOPIR PERUSAHAAN (Studi Putusan Nomor : 982/Pid.B/2021/PN.Tjk)

M. Sarli Novaldy, 1952011003 (2023) ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA PENGGELAPAN GULA PASIR YANG DILAKUKAN OLEH SOPIR PERUSAHAAN (Studi Putusan Nomor : 982/Pid.B/2021/PN.Tjk). HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (3421Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3195Kb)
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (3234Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

ABSTRAK Belakangan ini telah kita ketahui ada banyak kejahatan yang mengganggu kenyamanan masyarakat, baik itu kejahatan fisik maupun non fisik, Salah satu contohnya adalah kejahatan penggelapan yang di atur dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1946 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana Pasal 372 sampai dengan Pasal 377. Permasalahan dalam penelitian adalah pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana penggelapan gula pasir yang dilakukan oleh sopir perusahaan (Studi Putusan Nomor 982/Pid.B/2021/PN.Tjk) dan Dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara tindak pidana penggelapan gula pasir yang dilakukan oleh sopir perusahaan (Studi Putusan Nomor 982/Pid.B/2021/PN.Tjk). Metode penelitian menggunkan pendekatan yuridis normatif dan empiris, dimana pendekatan yuridis normatif dilaksanakan dengan mempelajari norma atau kaidah hukum, asas-asas hukum, sedangkan pendekatan empiris dilakukan dengan wawancara langsung terhadap narasumber yang akan berhubungan dengan masalah penelitian, analisis data yang digunakan adalah yuridis kualitatif. Hasil penelitian adalah Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penggelapan Gula Pasir Yang Dilakukan Oleh Sopir Perusahaan (Studi Putusan Nomor 982/Pid.B/2021/PN.Tjk) bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan alternatif Kedua dari unsur Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP, oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 8 (delapan) bulan. Dan Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Memutus Perkara Tindak Pidana Penggelapan Gula Pasir Yang Dilakukan Oleh Sopir Perusahaan (Studi Putusan Nomor 982/Pid.B/2021/PN.Tjk) bahwa dalam pertimbangan majelis hakim mempertimbangkan dakwaan alternatif yang dibacakan oleh penuntutmum dan tuntutan pidananya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 2 (dua) Tahun. Dikaji dari perspektif aspek ketentuan dalam KUHAP khususnya ketentuan pasal 197 Ayat (1) KUHAP yang menentukan anasir- anasir yang harus ada dalam putusan pemidanaan, keterangan saksi-saksi, bukti- bukti yang diajukan dimuka persidangan hingga fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan. Saran, kebutuhan untuk kehidupan sehari-sehari semakin sulit, maka diharapkan kepada aparat penegak hukum khususnya aparat kepolisian untuk memberikan dukungan kepada masyarakat supaya mempunyai kreatifitas dalam membuka peluang usaha dilingkungan masyarakat. Kata Kunci : Pertanggungjawaban, Penggelapan, Gula Pasir ABSTRACT Lately we have known that there are many crimes that disturb the comfort of the community, both physical and non-physical crimes, one example is the crime of embezzlement regulated in Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 1946 concerning the Code of Law Criminal Articles 372 to Article 377. The problem in the study is criminal responsibility for perpetrators of the criminal act of embezzlement of granulated sugar committed by company drivers (Study of Decision Number 982/Pid.B/2021/PN.Tjk) and the basis for judges ' considerations in deciding cases criminal embezzlement of granulated sugar committed by company drivers (Study Decision Number 982/Pid.B/2021/PN.Tjk). The research method uses normative and empirical juridical approaches, where normative juridical approaches are carried out by studying legal norms or rules, legal principles, while the empirical approach is carried out by direct interviews with sources who will relate to the problem Research, data analysis used is qualitative juridical. The result of the study is Criminal Responsibility for Perpetrators of Sugar Embezzlement Crimes Committed by Company Drivers (Study of Decision Number 982/Pid.B/2021/PN.Tjk) that the defendant has been proven to be lawful and convincing to commit a criminal offence as charged in the Second alternative indictment of the elements of Article 372 of the Criminal Code Jo Article 55 Paragraph (1) to 1 of the Criminal Code, therefore with imprisonment for 1 (one) year and 8 (eight) months. And the basis for the judge's consideration in deciding the criminal case of embezzlement of granulated sugar committed by the company driver (Decision Study Number 982/Pid.B/2021/PN.Tjk) that in the consideration of the tribunal The judge considered the alternative charges read by the prosecution and the criminal charges charged the defendant with imprisonment for 2 (two) years. Studied from the perspective of aspects of provisions in the Criminal Procedure Code, especially the provisions of article 197 Paragraph (1) of the Criminal Procedure Code which determines the factors that must be present in the criminal decision, testimony of witnesses, evidence presented before the court to legal facts revealed in the trial. Advice, the needs for daily life are increasingly difficult, so it is expected that law enforcement officials, especially police officers, to provide support to the community so that they have creativity in opening business opportunities in the community. Keywords : Liability, Embezzlement, Sugar

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
Program Studi: Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1
Pengguna Deposit: 2301782026 . Digilib
Date Deposited: 22 Jun 2023 04:12
Terakhir diubah: 22 Jun 2023 04:12
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/72938

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir