ANALISIS PUTUSAN HAKIM TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA MEMBAWA, MENYIMPAN SENJATA TAJAM TANPA HAK (Studi putusan Nomor 65/Pid.Sus-Anak/2022/PN Tjk)

MUHAMMAD, FARHAN NUGRAHA (2023) ANALISIS PUTUSAN HAKIM TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA MEMBAWA, MENYIMPAN SENJATA TAJAM TANPA HAK (Studi putusan Nomor 65/Pid.Sus-Anak/2022/PN Tjk). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (316Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1690Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1576Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Salah satu kejahatan yang meresahkan masyarakat adalah kejahatan dengan menggunakan senjata tajam. Kejahatan ini banyak macamnya, misalnya tindak pidana pembunuhan, penganiayaan berat, pencurian dengan pemberatan, pengancaman, penculikan, dan sebagainya. Kesemua jenis tindak pidana ini diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana di Indonesia. Berdasarkan uraian tersebut, permasalahan dalam skripsi ini adalah Bagaimana pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan putusan pidana pada anak dibawah umur yang membawa atau menyimpan senjata tajam tanpa hak dalam perkara Putusan Nomor 65/Pid.Sus-Anak/2022/PN Tjk?. Bagaimana pertanggungjawaban pidana terhadap anak sebagai pelaku kejahatan senjata tajam tanpa hak dalam perkara Putusan Nomor 65/Pid.Sus-Anak/2022/PN Tjk? Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan cara menganalisis perundangan dan literatur yang terkait serta dilanjutkan dengan metode yuridis empiris dengan melakukan wawancara dengan narasumber. Narasumber yang dilakukan dengan Hakim Pengadilan Negeri Tanjung karang dan Akademisi Fakultas Hukum bagian Pidana Universitas Lampung. Pengumpulan data dengan studi Pustaka dan studi lapangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis kasus Analisis Putusan Hakim Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Membawa, Menyimpan Senjata Tajam Tanpa Hak sebagaimana dalam putusan Nomor 65/Pid.SusAnak/2022/PN Tjk. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penjatuhan putusan Hakim. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat dikemukakan bahwa pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pidana penjara senjata tajam dengan putusan nomor 65/Pid.Sus-Anak/2022/PN TjK, secara filosofis hakim menghukum penjara terdakwa anak yang berinisial MRS sebagai pembawa senjata tajam tanpa hak untuk memperbaiki tindakan yang diperbuat. Secara yuridis MRS telah melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang Darurat RI 12 Tahun 1951 dengan hukuman 2 (dua) bulan penjara dengan dibebani membayar Muhammad Farhan Nugraha biaya perkara Rp2.000,00, Secara sosiologis terdakwa berinisial MRS tidak mempunyai izin untuk membawa atau mempunyai senjata tajam. Pertanggungjawaban pidana bagi pelaku tindak pidana membawa senjata tajam tanpa hak studi putusan Nomor 65/Pid.Sus-Anak/2022/PN TjK, telah memenuhi unsur-unsur pertanggungjawaban pidana yang didasarkan dengan kemampuan dalam bertanggung jawab yang adanya kesengajaan, dan tidak adanya pemaaf dan pembenar yang dapat menghapus unsur perbuatan pidana tindak pidana kejahatan senjata tajam tanpa hak. Majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 2 (dua) bulan dan memberatkan biaya perkara Rp2.000,00,-. Saran penulis dari permasalahan yang terjadi adalah (1) Putusan yang ringan dijatuhkan oleh Hakim masih bisa saja tidak membuat pelaku jera dan sewaktuwaktu dapat mengulangi perbuatannya kembali. (2) Pertanggungjawaban yang diberikan kepada kejahatan penggunaan senjata tajam yang kerapkali terjadi, dengan ini masyarakat dan para penegak hukum dapat bekerja sama dalam memberikan sosialisasi hukum mengenai dampak dari adanya kejahatan senjata tajam. Kata Kunci: Pertimbangan Hakim, Anak, Senjata Tajam Tanpa Hak One of the crimes that disturbs the public is crime involving the use of sharp weapons. There are many kinds of crimes, for example murder, serious assault, aggravated theft, threats, kidnapping, and so on. All types of criminal acts are regulated in the Indonesian Criminal Code. Based on this description, the problem in this thesis is: What is the judge's legal consideration in handing down a criminal decision on a minor who carries or keeps a sharp weapon without rights in the case of Decision Number 65/Pid.Sus-Anak/2022/PN Tjk?. What is the criminal responsibility for children as perpetrators of sharp weapons crimes without rights in the case of Decision Number 65/Pid.Sus-Anak/2022/PN Tjk? This research uses a normative juridical approach by analyzing legislation and related literature and continues with an empirical juridical method by conducting interviews with sources. The resource persons were conducted with Tanjung Karang District Court Judges and Academics from the Faculty of Law, Criminal Division, University of Lampung. Data collection using library research and field studies. This research was conducted to find out and analyze the case of Judge's Decision Analysis on Children Who Perpetrated the Crime of Carrying and Storing Sharp Weapons Without Rights as in decision Number 65/Pid.Sus-Anak/2022/PN Tjk. This research is motivated by the judge's decision. Based on the results of the research and discussion, it can be stated that the judge's considerations in handing down the criminal decision to imprison sharp weapons with decision number 65/Pid.Sus-Anak/2022/PN TjK, philosophically the judge sentenced the child defendant with the initials MRS to prison as a carrier of sharp weapons without rights. to correct the actions taken. Juridically, MRS has violated Article 2 Paragraph (1) of the Republic of Indonesia Emergency Law 12 of 1951 with a sentence of 2 (two) months in prison with the burden of paying Muhammad Farhan Nugraha court costs Rp. 2,000.00. Sociologically, the defendant with the initials MRS does not have a permit to carry or possess sharp weapons. Criminal liability for perpetrators of criminal acts carrying sharp weapons without the right to study decision Number 65/Pid.Sus-Anak/2022/PN TjK, has fulfilled the elements of criminal liability based on the ability to take responsibility which is intentional, and the absence of forgiveness and a justification that can remove the element of a criminal act of a sharp weapon crime without rights. The panel of judges sentenced him to prison for 2 (two) months and charged a case fee of IDR 2,000.00. The author's suggestions regarding the problems that occur are (1) A light decision handed down by the judge may still not deter the perpetrator and at any time they may repeat their actions again. (2) Accountability is provided for crimes involving the use of sharp weapons which often occur, with this the community and law enforcers can work together in providing legal outreach regarding the impact of sharp weapon crimes. Keywords: Judge's considerations, children, sharp weapons without rights

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum > 345 Hukum pidana
Program Studi: Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum S1
Pengguna Deposit: 2308636593 . Digilib
Date Deposited: 30 Oct 2023 08:23
Terakhir diubah: 30 Oct 2023 08:23
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/76785

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir