ANALISIS TUNDAAN AKIBAT PERLINTASAN SEBIDANG REL KERETA API (STUDI KASUS : JALAN PEMUDA BANDAR LAMPUNG)

ARSALIA , INSYIRAA (2023) ANALISIS TUNDAAN AKIBAT PERLINTASAN SEBIDANG REL KERETA API (STUDI KASUS : JALAN PEMUDA BANDAR LAMPUNG). FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (350Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (9Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (8Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

ABSTRAK Perlintasan sebidang rel kereta api yang memotong jalan akan memaksa pengendara untuk menurunkan kecepatan ketika melewati pelintasan dan menaikkan kembali kecepatan kendaraan setelah melewati perlintasan. Kondisi ini dapat dijelaskan menggunakan teori gelombang kejut (shockwave). Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui besarnya tundaan yang terjadi pada perlintasan sebidang rel kereta api yang terdapat di Jalan Pemuda, Bandar Lampung menggunakan metode gelombang kejut. Pada pengamatan siang, saat awal antrian diperoleh kecepatan gelombang kejut ωda sebesar 6,85 km/jam dan ωab sebesar -6,69 km/jam. Pada saat arus jenuh dan awal penormalan diperoleh nilai kecepatan gelombang kejut ωdc sebesar 2,61 km/jam dan ωcb sebesar -9,07 km/jam. Lalu pada saat akhir penormalan lajur diperoleh nilai kecepatan gelombang ωac sebesar 2,72 km/jam. Panjang antrian yang diperoleh yaitu 5,19 meter dengan tundaan sebesar 33,95 detik dan waktu penormalan sebesar 45,98 detik. Sedangkan pada pengamatan sore, saat awal antrian diperoleh kecepatan gelombang kejut ωda sebesar 1,23 km/jam dan ωab sebesar -6,38 km/jam. Pada saat arus jenuh dan awal penormalan diperoleh nilai kecepatan gelombang kejut ωdc sebesar 1,97 km/jam dan ωcb sebesar -7,51 km/jam. Lalu pada saat akhir penormalan lajur diperoleh nilai kecepatan gelombang kejut ωac sebesar 1,80 km/jam. Panjang antrian yang diperoleh yaitu 8,95 meter dengan tundaan sebesar 54,51 detik dan waktu penormalan sebesar 87,32 detik. Kata Kunci : Gelombang Kejut, Tundaan, Panjang Antrian, Waktu Penormalan. ABSTRACT A railway crossing that cuts the road will force motorists to lower speed when passing the crossing and increase the speed again afterwards. This condition can be explained using shockwave theory. The purpose of this study was to determine the magnitude of delays that occurred at the railway crossing on Jalan Pemuda, Bandar Lampung using the shockwave method. At noon observation, at the beginning of the queue, the shockwave speed of ωda was 6,85 km/h and ωab was -6,69 km/h. At the of normalization, the shockwave speed of ωdc was 2,61 km/h and ωcb was -9,07 km/h. Then at the end of normalization, a shockwave speed of ωac was 2,72 km/h. The queue length obtained was 5,19 meters with a delay of 33,95 seconds and a normalization time of 45,98 seconds. While in the afternoon observation, at the beginning of the queue, the shockwave speed of ωda was 1,23 km/h and ωab was -6,38 km/h. At the beginning of normalization, the shock wave speed of ωdc was 1,97 km/h and ωcb is -7,51 km/h. Then at the end of normalization, a shockwave speed of ωac was 1,80 km/h. The queue length obtained was 8,95 meters with a delay of 54,51 seconds and a normalization time of 87,32 seconds. Keywords: Shockwave, delay, queue length, normalization time.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 380 Perdagangan, komunikasi, dan transportasi
600 Teknologi (ilmu terapan)
600 Teknologi (ilmu terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
Program Studi: Fakultas Teknik > Prodi S1-Teknik Sipil
Pengguna Deposit: 2308861741 . Digilib
Date Deposited: 19 Dec 2023 07:49
Terakhir diubah: 19 Dec 2023 07:49
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/77682

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir