Alya , Rahmah Widodo (2024) FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI SEDIAAN NANOPATCH MUKOADHESIF EKSTRAK DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix) TERHADAP JAMUR Candida albicans PENYEBAB SARIAWAN. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK_Skripsi Alya_Farmasi_FK - alya widodo.pdf Download (14Kb) | Preview |
|
![]() |
File PDF
Full Skripsi_Alya_Farmasi_FK - alya widodo.pdf Restricted to Hanya staf Download (2415Kb) | Minta salinan |
|
|
File PDF
Skripsi tanpa Bab 4_Alya_Farmasi_FK - alya widodo.pdf Download (1683Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Latar Belakang: Sariawan adalah kondisi infeksi oportunistik pada mukosa mulut yang ditandai dengan munculnya ulkus dan dikenal dengan istilah pseudomembranous candidiasis (Thrush). Daun jeruk purut (Citrus hystrix) mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antifungi terhadap jamur Candida albicans. Patch mukoadhesif menjadi solusi dalam pengobatan sariawan yang tertarget namun senyawa dalam ekstrak daun jeruk purut bersifat impermeabilitas, sehingga diperlukan sistem penghantaran nanoemulsi spontan untuk mengoptimalkan zat aktif dalam sediaan patch. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum ekstrak daun jeruk purut dalam menghambat jamur Candida albicans, karakteristik sediaan nanopatch dan uji aktivitas antifungi sediaan nanopatch terhadap jamur Candida albicans. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental untuk mengetahui konsentrasi optimum ekstrak daun jeruk purut dalam menghambat jamur Candida albicans, karakteristik sediaan nanopatch dan uji aktivitas antifungi sediaan nanopatch terhadap jamur Candida albicans. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi optimum ekstrak daun jeruk purut yaitu 10% dengan diameter zona hambat 17,26 mm termasuk kategori kuat. Ekstrak daun jeruk purut konsentrasi 10% dapat diformulasikan menjadi nanoemulsi dengan kejernihan yang baik yang mempunyai rerata ukuran partikel 295,2 nm; polidispersitas 0,34; potensial zeta -11,13 mV dan morfologi yang menunjukkan fase (m/a). Nanoemulsi daun jeruk purut diformulasikan patch dengan karakteristik organoleptik edible film beraroma citrus yang elastis; dengan ketahanan lipatan >500 kali; pH 5; rerata ketebalan 0,503 mm; kemampuan mukoadhesif 240 menit; dan menghambat aktivitas antifungi Candida albicans sebesar 24 mm dengan kategori kuat. Kesimpulan: Daun jeruk purut (Citrus hystrix) optimal pada konsentrasi 10% dalam menghambat jamur Candida albicans dan dapat diformulasikan menjadi sediaan nanopatch yang mampu menghambat menghambat jamur Candida albicans. Kata Kunci : antifungi, Candida albicans, daun jeruk purut, nanoemulsi, patch mukoadhesif Background: Thrush is an opportunistic infectious condition of the oral mucosa characterized by the appearance of ulcers and is known as pseudomembranous candidiasis (Thrush). Kaffir lime leaves (Citrus hystrix) contain secondary metabolites that exhibit antifungal activity against Candida albicans. Mucoadhesive patches offer a targeted treatment solution for thrush, but the compounds in kaffir lime leaf extract are impermeable. Therefore, a spontaneous nanoemulsion delivery system is necessary to optimize the active substances in the patch preparation. The aim of this research was to determine the optimum concentration of kaffir lime leaf extract for inhibiting Candida albicans fungus, characterize the nanopatch preparation, and evaluate the antifungal activity of the nanopatch against Candida albicans. Methods: The study design was experimental, focusing on determining the optimum concentration of kaffir lime leaf extract for inhibiting Candida albicans, characterizing the nanopatch preparation, and conducting antifungal activity tests against Candida albicans. Results: The results revealed that the optimum concentration of kaffir lime leaf extract was found to be 10%, showing an inhibition zone diameter of 17.26 mm categorized as strong inhibition. The 10% concentration of kaffir lime leaf extract was successfully formulated into a nanoemulsion with good clarity, having an average particle size of 295.2 nm, polydispersity of 0.34, zeta potential of -11.13 mV, and a morphology indicating the phase (m/a). The nanoemulsion of kaffir lime leaves was used to formulate patches with organoleptic characteristics of elastic citrus-scented edible film, fold resistance exceeding 500 times, pH of 5, average thickness of 0.503 mm, mucoadhesive ability lasting for 240 minutes, and exhibiting antifungal activity against Candida albicans with an inhibition zone of 24 mm, classified as strong inhibition. Conclusion: Kaffir lime leaf extract at a concentration of 10% was found to be optimal for inhibiting Candida albicans and can be effectively formulated into a nanopatch preparation with potent antifungal properties against Candida albicans. Keywords: antifungal, Candida albicans, kaffir lime leaf, nanoemulsion, mucoadhesive patches
Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
---|---|
Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
Program Studi: | Fakultas Kedokteran > Prodi Farmasi |
Pengguna Deposit: | UPT . Siswanti |
Date Deposited: | 22 Feb 2025 06:09 |
Terakhir diubah: | 22 Feb 2025 06:09 |
URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/85035 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |