ADHITYA RIZKY, PRABOWO (2025) KEABSAHAN FORMIL SURAT KUASA MEMBEBANKAN HAK TANGGUNGAN DAN AKTA PEMBERIAN HAK TANGGUNGAN DALAM MENJAMIN KEADILAN HUKUM. [Dataset]
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (234kB) | Preview |
|
|
Text
DISERTASI FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
||
|
Text
FULL DISERTASI TANPA PEMBAHASAN.pdf Download (2MB) | Preview |
Abstract
Disertasi ini membahas kesenjangan keabsahan formil Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan dan Akta Pemberian Hak Tanggungan terhadap syarat-syarat formil yang tidak terpenuhi. Permasalahan yang dibahas dalam disertasi ini adalah urgensi pembuatan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan dan Akta Pemberian Hak Tanggungan yang keabsahan formil dalam menjamin keadilan hukum, tantangan yang dihadapi dalam pembuatan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan dan Akta Pemberian Hak Tanggungan yang memenuhi keabsahan formil dalam menjamin keadilan hukum Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan dan APHT dalam menjamin keadilan hukum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis urgensi, tantangan dan keabsahan pembuatan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan dan Akta Pemberian Hak Tanggungan yang dapat menjamin keadilan hukum. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dan bertipe deskriptif-analitis. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan, konseptual dan historis yang berkaitan keabsahan formil Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan dan Akta Pemberian Hak Tanggungan. Pengumpulan bahan hukum menggunakan studi pustaka dan didukung dengan studi lapangan. Bahan hukum yang didapat kemudian dianalisis menggunakan teori perlindungan hukum, kepastian hukum dan keadilan Pancasila. Hasil ini merekomendasi dalam menjamin keabsahan formil berupa pemberian kuasa untuk memperpanjang Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan yang telah habis masa berlakunya merujuk pada keadilan Pancasila yang terdapat di dalam sila ke 5 (lima) yang dikonsepkan di dalam Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan dan Akta Pemberian Hak Tanggungan sehingga memenuhi unsur-unsur perwujudan dari fairness kejujuran; keseimbangan (balance); pengekangan (temperance) dan keterusterangan (honesty) yang disepakati oleh para pihak di dalamnya dan konsep Restrukturisasi kredit di dalam APHT adalah upaya perbaikan yang dilakukan bank dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya yang dibebankan atas hak atas tanahnya tersebut.
| Item Type: | Dataset |
|---|---|
| Subjects: | ?? 346 ?? |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Doktoral Ilmu Hukum S3 |
| Depositing User: | 2507589818 Digilib |
| Date Deposited: | 06 Oct 2025 12:42 |
| Last Modified: | 06 Oct 2025 12:42 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/90820 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
