Nora, Wilya Ovalia (2026) HUBUNGAN SARANA SANITASI RUMAH TANGGA DAN PENCEGAHAN PENYEBARAN PENYAKIT DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 0-59 BULAN DI KECAMATAN CUKUH BALAK KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2025. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (227Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. TESIS FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1621Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1546Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Stunting merupakan kondisi di mana panjang atau tinggi badan anak balita lebih rendah dengan standar usianya, yang merupakan kekurangan gizi kronis, yang dapat disebabkan oleh sarana sanitasi rumah tangga dan pencegahan penyebaran penyakit. Lingkungan yang tidak sehat dan sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko infeksi berulang pada anak, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan dan perkembangan optimal. Pada tahun 2023–2024, prevalensi stunting di Provinsi Lampung menurun dari 14,9% menjadi 14,09%, dan di Kabupaten Tanggamus dari 17,1% menjadi 14,25%. Namun, Kecamatan Cukuh Balak tetap ditetapkan sebagai lokus stunting karena adanya tren peningkatan proporsi kasus dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara sarana sanitasi rumah tangga dan upaya pencegahan penyebaran penyakit dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode case control, yaitu penelitian analitik yang membandingkan kelompok kasus (balita stunting) dengan kelompok kontrol (balita tidak stunting). Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 222 responden, terdiri dari 111 sampel kasus dan 111 sampel kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Fisher dan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara faktor sarana sanitasi rumah tangga dengan kejadian stunting, meliputi pembuangan sampah rumah tangga (p=0,000; OR=2,542), pembuangan limbah (p=0,003; OR=7,230), dan penggunaan jamban (p=0,000; OR=6,673). Selain itu, faktor pencegahan penyebaran penyakit seperti pengelolaan tinja anak juga berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,000; OR=37,159). Penggunaan jamban merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian stunting di Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, tahun 2025. Kata Kunci: Pencegahan Penyebaran Penyakit, Sanitas Lingkungan, Sarana Sanitasi, STBM, Stunting.
| Jenis Karya Akhir: | Tesis (Masters) |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S2-Magister Kesehatan Masyarakat |
| Pengguna Deposit: | 2507882023 Digilib |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 06:27 |
| Terakhir diubah: | 21 Jan 2026 06:27 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94799 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
