MODEL FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARSARI KOTA METRO PROVINSI LAMPUNG

MUHAMAD, ARIF RIANTO (2026) MODEL FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARSARI KOTA METRO PROVINSI LAMPUNG. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (222Kb) | Preview
[img] File PDF
2. TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1510Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1401Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Wilayah kerja Puskesmas Banjarsari Kota Metro mengalami peningkatan signifikan kasus DBD. Peningkatan ini menunjukkan perlunya identifikasi faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian DBD di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis model faktor risiko kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Banjarsari Kota Metro Provinsi Lampung tahun 2025, mencakup faktor sosial-ekonomi dan demografi, faktor lingkungan, serta faktor perilaku masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 389 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan observasi lapangan. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk analisis bivariat dan regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari faktor sosial-ekonomi dan demografi, hanya penampungan air bersih yang berhubungan signifikan dengan kejadian DBD (p=0,012). Seluruh faktor lingkungan terbukti berhubungan signifikan, yaitu ketersediaan tutup penampung air (p=0,018), frekuensi pengurasan (p=0,043), kepadatan rumah (p=0,006), genangan air (p=<0,001), angka bebas jentik (p=<0,001), curah hujan (p=0,038), dan suhu (p=0,010). Semua faktor perilaku berhubungan signifikan, meliputi kebiasaan menggantung pakaian (p=0,032), penggunaan abate (p=0,002), penggunaan obat nyamuk (p=0,001), kegiatan menguras (p=0,006), kegiatan menutup (p=<0,001), kegiatan mengubur (p=0,021), dan kegiatan memantau jentik (p=<0,001). Faktor yang paling dominan adalah kegiatan menutup tempat penampungan air (OR=17,951; 95% CI: 7,801-41,308; p=0,001), yang berarti responden yang tidak menutup tempat penampungan air memiliki risiko hampir 18 kali lebih tinggi mengalami DBD. Kata kunci: DBD, Faktor risiko, Sosio-ekonomi dan demografi, Lingkungan, dan Perilaku

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S2-Magister Kesehatan Masyarakat
Pengguna Deposit: 2507903927 Digilib
Date Deposited: 21 Jan 2026 06:44
Terakhir diubah: 21 Jan 2026 06:44
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94804

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir