Aprilina, Sunardi (2026) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN MALARIA PADA WISATAWAN DI DAERAH ENDEMIS MALARIA PROVINSI LAMPUNG. Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (239Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. TESIS FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1845Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1787Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Latar belakang: Indonesia menempati peringkat ke-32 secara global dan kedua di Asia Tenggara dengan kasus malaria. Kasus positif malaria di Indonesia terkait dengan mobilitas. Provinsi Lampung merupakan daerah endemis sedang sekaligus destinasi wisata nasional. Malaria menjadi hambatan bagi terwujudnya citra destinasi yang aman dan bereputasi. Perilaku wisatawan merupakan elemen penting dalam upaya pencegahan malaria. Teori Health Belief Model (HBM) digunakan untuk memprediksi perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan malaria pada wisatawan di daerah endemis malaria di Provinsi Lampung. Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan melibatkan 107 wisatawan domestik berusia >15 tahun yang menginap minimal satu malam di daerah endemis malaria pesisir Lampung pada bulan September-November 2025. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability consecutive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik metode Backward LR. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara perceived susceptibility (p=0,001; OR=4,8), perceived severity (p=0,009; OR=3,0), perceived benefit (p=0,001; OR=3,9), perceived barrier (p=0,001; OR=4,6), dan cues to action (p=0,005; OR=3,8) dengan perilaku pencegahan malaria pada wisatawan. Faktor yang paling dominan atau berpengaruh dengan perilaku pencegahan malaria di daerah endemis malaria Provinsi Lampung adalah perceived barrier/ persepsi hambatan (p=0,002; OR= 3,7). Simpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa untuk mengatasi persepsi hambatan tinggi diharapkan wisatawan mencari informasi mengenai karakteristik daerah tujuan dari sumber resmi, mempersiapkan diri dengan membawa perlengkapan pencegahan malaria dan melakukan perilaku pencegahan malaria sebagai bagian dari praktik wisata yang aman dan bertanggung jawab. Kata kunci: Pencegahan, Malaria, Health Belief Model, Perilaku, Wisatawan
| Jenis Karya Akhir: | Tesis (Masters) |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S2-Magister Kesehatan Masyarakat |
| Pengguna Deposit: | 2507662857 Digilib |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 08:30 |
| Terakhir diubah: | 21 Jan 2026 08:30 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94829 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
