HUBUNGAN JENIS PENYAKIT JANTUNG BAWAAN TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DENGAN PENYAKIT JANTUNG BAWAAN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK TAHUN 2022-2024

Muhammad , Deni Anugerah (2025) HUBUNGAN JENIS PENYAKIT JANTUNG BAWAAN TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DENGAN PENYAKIT JANTUNG BAWAAN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK TAHUN 2022-2024. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (243Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL .pdf
Restricted to Hanya staf

Download (4Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (4Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada balita dan sering terjadi pada pasien dengan PJB. Gangguan hemodinamik pada PJB, terutama tipe asianotik dengan shunt kiri ke kanan akan menyababkan kongesti paru sehingga mengganggu imunitas paru dan memicu pneumonia. Kondisi ini membuat anak dengan PJB lebih rentan terhadap pneumonia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara jenis PJB dan kejadian pneumonia pada balita dengan PJB di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2022–2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data rekam medis balita usia 2–59 bulan dengan diagnosis PJB yang dirawat inap tahun 2022–2024. Sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi (status pneumonia dan jenis PJB diketahui) dan eksklusi (rekam medis tidak lengkap/tidak ditemukan, jenis PJB tidak dapat ditentukan, kelainan bawaan saluran napas, penyakit paru kronik, riwayat oksigen jangka panjang pada masa perinatal, serta komorbid non‑PJB yang memengaruhi keparahan pneumonia). Sebanyak 112 balita memenuhi kriteria dan dilakukan analisis univariat dan biavariat. Hasil: PJB asianotik lebih sering dijumpai (86,6%) dibandingkan sianotik (13,4%), sebanyak 60,7% balita mengalami pneumonia. Uji chi‑square menunjukkan hubungan signifikan antara jenis PJB dan pneumonia (p=0,040; PR=1,95). Jenis PJB asianotik terbanyak yang mengalami pneumonia adalah ASD, VSD, dan PDA, sedangkan pada PJB sianotik adalah ToF. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara jenis PJB dengan kejadian pneumonia pada balita, PJB asianotik memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan PJB sianotik. Penelitian ini tidak mempertimbangkan keterbatasan desain cross sectional, bias seleksi subjek, serta beberapa faktor perancu. Kata Kunci: Balita, Jenis PJB, Penyakit Jantung Bawaan, Pneumonia Background: Pneumonia is a leading cause of death in children under-five and is common in patients with CHD. Hemodynamic disturbances in CHD, particularly acyanotic lesions with left to right shunts, cause pulmonary congestion that impairs pulmonary immunity and predisposes to pneumonia. This condition makes children with CHD more susceptible to pneumonia. This study aimed to determine the association between CHD type and pneumonia among under-five children with CHD at Dr. H. Abdul Moeloek General Hospital in 2022-2024. Methods: This analytic observational study used a cross sectional design and included medical records of hospitalized children aged 2–59 months diagnosed with CHD in 2022-2024. Samples were selected based on inclusion criteria (known pneumonia status and type CHD) and exclusion (incomplete or missing records, undetermined CHD type, congenital airway anomalies, chronic lung disease or prolonged perinatal oxygen therapy, and non CHD comorbidities affecting pneumonia severity). A total of 112 children met the criteria and analyzed using univariate and bivariate. Results: Acyanotic CHD was more frequent (86.6%) than cyanotic CHD (13.4%), and 60.7% of children experienced pneumonia. Chi square analysis showed a significant association between CHD type and pneumonia (p=0.040; PR=1.95). The acyanotic lesions most commonly associated with pneumonia were ASD, VSD, and PDA, while ToF predominated among cyanotic lesions. Conclusion: There is a significant association between CHD type and pneumonia in under five children, with acyanotic CHD carrying a higher risk than cyanotic CHD. This study did not consider the limitations of the cross sectional design, selection bias, and unmeasured confounders. Keywords: CHD Type, Congenital Heart Disease, Pneumonia, Toddlers

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: 2507774204 Digilib
Date Deposited: 22 Jan 2026 02:18
Terakhir diubah: 22 Jan 2026 02:18
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94837

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir