PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK TERHADAP KADAR PROTEIN BRAIN-DERIVED NEUROTROPHIC FACTOR (BDNF) PADA TIKUS MODEL UNDERNUTRITION

Rais Amaral, Haq (2025) PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK TERHADAP KADAR PROTEIN BRAIN-DERIVED NEUROTROPHIC FACTOR (BDNF) PADA TIKUS MODEL UNDERNUTRITION. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
Abstrak_SKRIPSI_RAH.pdf

Download (91Kb) | Preview
[img] File PDF
[Tanpa Lampiran - Full] Fix Skripsi_RAH.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3278Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
[Tanpa Pembahasan] Fix Skripsi_RAH.pdf

Download (3177Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Latar Belakang: Kekurangan gizi masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama, ditandai dengan tingginya morbiditas di dunia. Studi menunjukkan bahwa probiotik dapat memberikan manfaat terhadap peningkatan kadar brain-derived neurotophic factor (BDNF) dalam serum. Namun, studi praklinis maupun klinis saat ini belum menunjukkan hasil yang bermanfaat terkait asupan probiotik terhadap kadar BDNF dalam serum pada populasi kurang gizi. Metode: Dalam penelitian ini, 28 tikus Sprague Dawley jantan dewasa dibagi menjadi empat kelompok utama: kelompok normal (KN; n = 6), kelompok kurang gizi (KU; n = 6), kelompok probiotik normal (KN-P; n = 6), dan kelompok probiotik kurang gizi (KU-P; n = 6). Tikus tersebut mengalami pengondisian kurang gizi selama 10 hari, dilanjutkan dengan suplementasi probiotik sambil mempertahankan pembatasan makanan selama 44 hari berikutnya. Pada hari ke-45 percobaan, hewan uji dieutanasia, dan serumnya diekstraksi dari cardiac puncture. Selanjutnya, analisis immunoassay dilakukan untuk menilai tingkat ekspresi protein BDNF. Hasil: Temuan kami menunjukkan ekspresi serum BDNF yang signifikan pada keseluruhan kelompok, dengan probiotik normal (KN-P) vs. kelompok kurang gizi (KU)(p=0,036). Namun, hasil yang tidak signifikan ditemukan pada kelompok kurang probiotik kurang gizi (KU-P) dibandingkan dengan kelompok normal (KN) (p=0,927). Kesimpulan: Pemberian probiotik terbukti efektif sebagai terapi tambahan dalam memodulasi aksis usus-mikrobiota-otak pada kondisi normal, tetapi perlu evaluasi lebih lanjut dalam meningkatkan serum BDNF otak (BDNF) pada kondisi kekurangan gizi. Kata Kunci: BDNF, kurang gizi, probiotik, serum.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: 2507120711 Digilib
Date Deposited: 23 Jan 2026 01:26
Terakhir diubah: 23 Jan 2026 01:26
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94858

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir