DINAMIKA KESENIAN TETABUHAN PADA MASYARAKAT MIGRASI BALI DALAM UPACARA NGABEN DI DESA TRI DHARMA YOGA KECAMATAN KETAPANG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

NIKE , SABILILLAH (2025) DINAMIKA KESENIAN TETABUHAN PADA MASYARAKAT MIGRASI BALI DALAM UPACARA NGABEN DI DESA TRI DHARMA YOGA KECAMATAN KETAPANG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK (4).pdf

Download (242Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL (3).pdf
Restricted to Hanya staf

Download (5Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN (1).pdf

Download (5Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Kesenian Tetabuhan merupakan ekspresi musikal tradisional masyarakat Bali yang berperan penting dalam Upacara Ngaben sebagai pengiring prosesi sekaligus penguat dimensi spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika kesenian Tetabuhan pada masyarakat migrasi Bali di Desa Tri Dharma Yoga sejak tahun 1990 hingga 2025. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika Tetabuhan dipengaruhi oleh perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. Pada periode 1990-2000, kaset rekaman digunakan sebagai pengganti tetabuhan akibat keterbatasan ekonomi. Periode 20002010 ditandai dengan meningkatnya kondisi ekonomi masyarakat sehingga penggunaan tetabuhan tradisional kembali dilakukan. Selanjutnya, pada periode 20102025, teknologi digital khususnya YouTube dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan pelestarian tetabuhan. Pada periode 2020-2025 juga terjadi peningkatan estetika ornamen alat musik yang mencerminkan kemajuan ekonomi dan penguatan identitas budaya. Berdasarkan teori AGIL Talcott Parsons, dinamika Tetabuhan menunjukkan keberhasilan fungsi adaptasi, pencapaian tujuan ritual dan edukatif, integrasi sosial masyarakat Bali perantauan, serta pemeliharaan nilai budaya dan identitas kolektif. Dengan demikian, kesenian Tetabuhan di Desa Tri Dharma Yoga dapat dipahami sebagai tradisi yang dinamis dan berkelanjutan tanpa kehilangan nilai sakralnya di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. Kata Kunci: Tetabuhan, Ngaben, Kesenian, Hindu

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 370 Pendidikan
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Sejarah IPS
Pengguna Deposit: 2507932042 Digilib
Date Deposited: 23 Jan 2026 03:51
Terakhir diubah: 23 Jan 2026 03:51
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94886

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir