Pengaruh Asupan Probiotik Terhadap Berat Badan, Panjang Badan, dan Kadar Insulin-Like Growth Factor-1 Tikus (Rattus norvegicus) Model Kurang Gizi

Norbertus Marcell, Prayogi (2025) Pengaruh Asupan Probiotik Terhadap Berat Badan, Panjang Badan, dan Kadar Insulin-Like Growth Factor-1 Tikus (Rattus norvegicus) Model Kurang Gizi. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK.pdf

Download (775Kb) | Preview
[img] File PDF
2. FILE SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (15Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. FILE SKRIPIS FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (12Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Latar Belakang: Kurang gizi merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan terhambatnya pertumbuhan fisik dan penurunan kadar Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1). Disbiosis mikrobiota usus diketahui berperan dalam patofisiologi kondisi ini. Probiotik berpotensi memodulasi mikrobiota usus sehingga diharapkan dapat memperbaiki parameter pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh asupan probiotik terhadap berat badan, panjang badan, dan kadar IGF-1 pada tikus (Rattus norvegicus) model kurang gizi. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan desain posttest only controlled group. Dua puluh delapan tikus jantan Sprague Dawley dibagi menjadi empat kelompok: Kontrol Normal (KN), Kontrol Normal + Probiotik (KN-P), Kurang Gizi (KKG), dan Kurang Gizi + Probiotik (KKG-P). Kelompok kurang gizi menerima pakan 30% lebih rendah dari kelompok normal. Parameter yang diukur adalah berat badan, panjang badan, dan kadar IGF-1 plasma. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan uji post-hoc Tukey. Hasil: Kelompok KKG menunjukkan rerata berat badan (101 ± 12.60 g), panjang badan (17.0 ± 0.548 cm), dan kadar IGF-1 (16.3±2.03 ng/mL) yang signifikan lebih rendah dari kelompok KN. Pemberian probiotik pada kelompok KKG-P meningkatkan rerata ketiga parameter, namun tidak signifikan secara statistik dibandingkan kelompok KKG (p>0.05). Peningkatan kadar IGF-1 tertinggi secara signifikan terdapat pada kelompok KN-P (28.8±3.52 ng/mL). Kesimpulan: Asupan probiotik menunjukkan kecenderungan meningkatkan parameter pertumbuhan pada tikus kurang gizi, namun tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan probiotik berpotensi sebagai terapi adjuvan, tetapi tidak dapat menggantikan pemenuhan nutrisi yang adekuat Kata Kunci: Berat Badan, Insulin-like Growth Factor 1, Kurang Gizi, Panjang Badan, Probiotik, Rattus norvegicus

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: 2507997308 Digilib
Date Deposited: 23 Jan 2026 04:00
Terakhir diubah: 23 Jan 2026 04:00
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94888

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir