JAJANG, ZAINUDIN (2025) STUDI UJI KEASLIAN KOPI SINGLE-ORIGIN INDONESIA MENGGUNAKAN BENCHTOP UV-VISIBLE SPECTROSCOPY DAN METODE SIMCA. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (86Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2213Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1960Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Kopi Arabika (Coffea arabica) memiliki karakteristik morfologi yang khas serta kualitas yang tinggi, yang membedakannya dari jenis kopi lainnya. Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian antara 1000 hingga 1200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Secara morfologi, kopi Arabika memiliki tajuk yang kecil dan ramping. Daunnya berukuran lebih kecil dibandingkan jenis kopi lain. Biji kopi Arabika umumnya berbentuk agak panjang dengan permukaan cembung yang tidak terlalu tinggi, lebih bercahaya, dan memiliki ujung yang mengkilap. Ciri khas lainnya adalah adanya celah tengah yang berlekuk pada bagian datar biji. Kopi Arabika banyak dibudidayakan di daerah dataran tinggi, seperti Mandailing di Sumatera Utara dan Wamena di Papua, yang dikenal sebagai penghasil kopi Arabika berkualitas tinggi. Meskipun tanaman ini tidak memerlukan periode kering yang spesifik, kopi Arabika memiliki ketahanan terhadap kondisi kering yang berat karena ditanam pada ketinggian yang tinggi dan memiliki sistem perakaran yang dalam. Karakteristik rasa dan aroma kopi Arabika dipengaruhi oleh daerah asalnya, terutama terkait dengan kelembaban lingkungan. Untuk menjamin keaslian dan kualitas kopi Arabika, terutama karena biji kopi dari daerah Mandailing dan Wamena memiliki warna yang hampir serupa, dilakukan analisis menggunakan teknologi Benchtop UV-Visible Spectroscopy. Teknologi ini dapat membantu membedakan dan mengidentifikasi karakteristik spesifik dari biji kopi berdasarkan spektrum penyerapannya, sehingga mendukung upaya autentikasi kopi single origin. Benchtop UV-Visible Spectroscopy. digunakan untuk menguji sampel dengan cara mengukur transmitan (%T atau T) atau absorban (A) sebagai fungsi panjang gelombang. Alat ini berfungsi untuk mengukur energi cahaya secara relatif ketika energi tersebut ditransmisikan, direfleksikan, atau diemisikan sebagai fungsi panjang gelombang. Cahaya polikromatis diubah menjadi cahaya monokromatis oleh monokromator, lalu cahaya tersebut melewati sampel (dalam kuvet) pada panjang gelombang tertentu, dimana cahaya tersebut diteruskan dan diserap oleh detektor. Setelah spektra diperoleh, model dibangun dan diuji menggunakan metode PCA dan SIMCA. Pengujian PCA dilakukan spektra asli PC-1 dan PC-2.Penelitian ini memanfaatkan alat Benchtop UV-Visible Spectroscopy.dan metode SIMCA. Sebanyak 100 sampel digunakan dalam penelitian ini, yang terdiri dari 50 sampel kopi Mandailing (M) masing-masing seberat 1 gram, dan 50 sampel kopi Wamena (W) masing-masing seberat 1 gram. Sebelum dilakukan pengujian, sampel kopi diekstraksi dengan air mendidih pada suhu 90-100°C, kemudian diencerkan menggunakan aquades dalam perbandingan 1:20 ml dan diaduk menggunakan magnetic stirrer selama 10 menit. Spektra sampel yang telah siap diambil dilakukan dua kali pengulangan dalam rentang panjang gelombang Benchtop UV-Visible Spectroscopy. Setelah spektra diambil, data spektra yang diperoleh dianalisis menggunakan software Microsoft Excel dan The Unscrambler versi 10.4. Hasil analisis PCA terbaik diperoleh melalui perbaikan spektra dengan beberapa perlakuan, di mana untuk Original + Smoothing Moving Average 9 Segment diperoleh nilai PC-1 dan PC-2 masing-masing sebesar 87% dan 6%, sedangkan untuk Normalize + Smoothing Moving Average 7 Segment diperoleh nilai PC-1 dan PC-2 masing-masing sebesar 59% dan 30%. Dalam penelitian ini, evaluasi model SIMCA dilakukan menggunakan Benchtop UV-Visible Spectroscopy untuk menguji keaslian kopi single-origin Indonesia. Metode SIMCA menunjukkan klasifikasi sempurna atau excellent dengan nilai akurasi 100%, spesifisitas 100%, sensitivitas 100%, dan error 0%. Berdasarkan kurva ROC untuk M dan W, yang menunjukkan hubungan antara spesifisitas dan sensitivitas, klasifikasi yang dihasilkan sangat baik karena kurva mendekati garis Y (0,1) pada tingkat signifikansi 0,1%,00,5%,s1%, 5%, 10%, dan 25%. Dengan demikian, klasifikasi yang dihasilkan terbukti signifikan. Kata kunci: Kopi Arabika, Benchtop UV-Visible Spectroscopy, PCA, SIMCA
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan |
| Program Studi: | FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S1 Teknik Pertanian |
| Pengguna Deposit: | 2507174729 Digilib |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 02:13 |
| Terakhir diubah: | 26 Jan 2026 02:13 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94908 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
