MAKNA SIMBOLIK STRUKTUR BANGUNAN MAHAN ADAT BUAY MANIK PADA MASYARAKAT LAMPUNG PEPADUN MARGA BALAU DI KECAMATAN RAJABASA KOTA BANDAR LAMPUNG

ARISKA, AULIA ZANNATI (2025) MAKNA SIMBOLIK STRUKTUR BANGUNAN MAHAN ADAT BUAY MANIK PADA MASYARAKAT LAMPUNG PEPADUN MARGA BALAU DI KECAMATAN RAJABASA KOTA BANDAR LAMPUNG. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (31kB) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Masyarakat Lampung Pepadun masih memegang teguh adat dan tradisi, salah satunya tercermin dalam Mahan Adat atau rumah adat. Mahan Adat tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai simbol identitas, pusat aktivitas adat, serta representasi nilai-nilai budaya masyarakat Lampung. Namun demikian, kajian mendalam mengenai makna simbolik struktur Mahan Adat pada masyarakat Pepadun Marga Balau di Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, masih relatif terbatas. Kondisi ini menjadi penting untuk dikaji mengingat masyarakat tersebut hidup di kawasan perkotaan yang rentan terhadap pengaruh modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna simbolik struktur Mahan Adat sertarelevansinya dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Lampung Pepadun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan antropologi interpretatif Clifford Geertz, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Pendekatan ini digunakan untuk memahami simbolsimbol budaya yang terkandung dalam struktur Mahan Adat melalui proses penafsiran makna berdasarkan pandangan hidup dan sistem nilai masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur bangunan Mahan Adat tersusun atas elemen-elemen bangunan pada bagian atas, tengah, dan bawah, yang masingmasing memiliki bentuk, fungsi, dan penempatan tertentu sesuai dengan sistem adat masyarakat Lampung Pepadun. Struktur tersebut mengandung makna denotatif dan konotatif yang mencerminkan nilai religius, sosial, dan kosmologis masyarakat Lampung. Melalui penafsiran makna simbolik, elemen-elemen Mahan Adatdipahami sebagai simbol budaya yang membentuk sistem makna dan pandangan hidup masyarakat Lampung Pepadun. Secara keseluruhan, Mahan Adat berfungsisebagai sarana pendidikan budaya, media pelestarian identitas, serta simbol kesinambungan nilai-nilai adat yang tetap relevan di tengah kehidupan masyarakat kontemporer. Kata kunci: Mahan Adat, Makna Simbolik, Lampung Pepadun, Marga Balau.

Item Type: Other
Subjects: ?? 370 ??
?? 900 ??
Divisions: FKIP > Prodi Pendidikan Sejarah IPS
Depositing User: 2507668107 Digilib
Date Deposited: 26 Jan 2026 03:22
Last Modified: 26 Jan 2026 03:22
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94922

Actions (login required)

View Item View Item