DEWA, AYU PUTU WIDIA ASIH (2026) HAK WARIS ANAK ASTRA MENURUT HUKUM ADAT BALI (Studi Pada Masyarakat Bali Di Desa Rantau Jaya Ilir Kecamatan Putra Rumbia Kabupaten Lampung Tengah). Masters thesis, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (333Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. TESIS FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2091Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1914Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Hak waris anak astra masih menjadi persoalan di masyarakat adat Bali Desa Rantau Jaya Ilir. Anak astra yaitu anak yang lahir di luar perkawinan sah, sering tidak diakui dan tidak mendapat hak waris dari pihak ayah. Hal ini terjadi karena pengaruh kuat adat, norma sosial, dan pandangan kehormatan keluarga. Padahal, hukum adat Bali sebenarnya memberi peluang bagi anak astra untuk diakui dan mewarisi harta ayahnya setelah dilakukannya upacara pengakuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis ketentuan hak waris anak astra menurut hukum adat Bali serta pelaksanaan upacara pengakuannya di masyarakat adat Bali Desa Rantau Jaya Ilir. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif-empiris dengan pendekatan sosiologis. Sumber data adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan studi lapangan yaitu wawancara dengan pinandita, ketua adat, dan keluarga anak astra. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Rantau Jaya Ilir Kecamatan Putra Rumbia Kabupaten Lampung Tengah. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa anak astra berhak atas warisan jika telah diakui secara sah melalui upacara pengakuan oleh ayah kandungnya yang disaksikan oleh ketiga saksi yaitu saksi widi, saksi manusa (upakara), dan saksi bhuta. Upacara pengakuan di selenggarakan di rumah sang ayah dan dipimpin oleh sulinggih atau pemangku. Upacara pengakuan anak astra dapat dilakukan secara sederhana sesuai dengan kemampuan dari ayahnya. Harta yang diperoleh anak astra ialah harta pribadi ayahnya berupa tanah dan uang yang diberikan dengan cara hibah, hadiah, atau nafkah. Anak astra tidak berhak atas harta pusaka dan harta gono-gini. Implementasi upacara pengakuan dan hak waris anak astra dalam praktiknya di Desa Rantau Jaya Ilir tidak berjalan mulus. Hal ini terjadi karena adanya penolakan dari istri sah maupun keluarga besar serta adanya pertimbangan sosial dan masalah ekonomi yang memengaruhi proses tersebut. Kata kunci: Hak Waris, Anak Astra, Hukum Adat Bali
| Jenis Karya Akhir: | Tesis (Masters) |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S2-Magister Hukum |
| Pengguna Deposit: | 2507398445 Digilib |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 08:25 |
| Terakhir diubah: | 26 Jan 2026 08:25 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94949 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
