Asyifa Dinda, Putri (2025) HUBUNGAN ANTARA KADAR PARTICULATE MATTER 2,5 DAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN SICK BUILDING SYNDROME PADA PEKERJA DI PT SEMEN BATURAJA TBK PADA TAHUN 2025. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (180Kb) | Preview |
|
|
File PDF
FILE SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1308Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
FILE SKRIPSI FULL TANPA PEMBAHASAN.pdf Download (1210Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Indoor Air Quality (IAQ) berperan penting dalam menjaga kesehatan pekerja. Salah satu komponen utama yang memengaruhi IAQ adalah Particulate Matter 2,5 (PM₂.₅), yaitu partikel halus berukuran ≤2,5 µm yang dapat menembus sistem pernapasan hingga alveoli. Paparan PM₂.₅ dalam jangka panjang dapat memicu berbagai keluhan yang dikenal sebagai Sick Building Syndrome (SBS), seperti sakit kepala, iritasi mata, rasa lelah, hingga gangguan pernapasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kadar PM₂.₅ dan faktor individu dengan kejadian SBS pada pekerja di PT Semen Baturaja Tbk tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian melibatkan seluruh pekerja di PT Semen Baturaja Tbk yang memenuhi kriteria inklusi, dan sebanyak 65 responden diikutsertakan dengan teknik total sampling. Pengukuran kadar PM₂.₅ dilakukan di 65 titik area kerja menggunakan Air Quality Monitor (AQM), sedangkan data SBS dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dengan (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50 dari 65 pekerja (76,9%) mengalami SBS. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar PM₂.₅ (p=0,802), usia (p=0,821), jenis kelamin (p=0,961), dan masa kerja (p=0,531) dengan kejadian SBS. Namun, terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan merokok dan SBS (p=0,031), yang berarti pekerja yang merokok memiliki kemungkinan sekitar lima kali lebih besar untuk mengalami SBS dibanding mereka yang tidak merokok. Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok dengan kejadian Sick Building Syndrome pada pekerja PT Semen Baturaja Tbk, di mana pekerja perokok memiliki risiko sekitar 5 kali lebih tinggi mengalami SBS dibandingkan dengan pekerja yang tidak merokok.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter |
| Pengguna Deposit: | 2507931437 Digilib |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 01:54 |
| Terakhir diubah: | 27 Jan 2026 01:54 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94955 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
