HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI TINGGI FODMAP, IMT, DAN TINGKAT STRES TERHADAP KEJADIAN IRRITABLE BOWEL SYNDROME (IBS) PADA MAHASISWA PEREMPUAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS LAMPUNG

Ruth Leria, Noverika (2026) HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI TINGGI FODMAP, IMT, DAN TINGKAT STRES TERHADAP KEJADIAN IRRITABLE BOWEL SYNDROME (IBS) PADA MAHASISWA PEREMPUAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS LAMPUNG. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (118Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL .pdf
Restricted to Hanya staf

Download (5Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (5Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Latar Belakang: Irritable Bowel Syndrome (IBS) merupakan gangguan fungsional saluran cerna yang gejalanya disebabkan oleh multifaktorial dan cenderung terjadi pada perempuan. Faktor konsumsi makanan, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan tingkat stres diduga berperan dalam memengaruhi munculnya gejala IBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Frekuensi Konsumsi FODMAP, IMT, dan tingkat stres dengan kejadian IBS pada mahasiswa perempuan Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 163 mahasiswa perempuan angkatan 2022, 2023, dan 2024 yang memenuhi kriteria inklusi. Identifikasi kejadian IBS dilakukan menggunakan kuesioner Roma IV, frekuensi konsumsi FODMAP diperoleh melalui kuesioner SQ-FFQ. IMT dihitung berdasarkan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Data tingkat stres dikumpulkan menggunakan kuesioner PSS-10. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi square untuk menentukan hubungan antara variabel dan kejadian IBS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi makanan tinggi FODMAP tidak berhubungan dengan kejadian IBS pada mahasiswa perempuan Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung (p = 0,372). IMT juga tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian IBS (p = 0,488). Sebaliknya, tingkat stres menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian IBS (p = 0,029), dengan nilai OR sebesar 2,977, mengindikasikan bahwa mahasiswa dengan tingkat stres lebih tinggi memiliki risiko hampir tiga kali lipat mengalami IBS. Kesimpulan: Tingkat stres berhubungan signifikan dengan kejadian IBS pada mahasiswa perempuan, sedangkan frekuensi konsumsi makanan tinggi FODMAP dan IMT tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kata Kunci: FODMAP, Irritable Bowel Syndrome, IMT, Mahasiswa Kedokteran, Tingkat Stres

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: 2507817500 Digilib
Date Deposited: 27 Jan 2026 02:24
Terakhir diubah: 27 Jan 2026 02:24
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/94965

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir