HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP TOLERANSI NYERI, TINGKAT STRES, DAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA KEDOKTERAN ANGKATAN 2024 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Jovan, Widjaja (2025) HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP TOLERANSI NYERI, TINGKAT STRES, DAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA KEDOKTERAN ANGKATAN 2024 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK.pdf

Download (165Kb) | Preview
[img] File PDF
2. FILE SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1312Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. FILE SKRIPIS FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1249Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Latar Belakang: Aktivitas fisik berkontribusi dalam memodulasi nyeri, stres, dan kualitas tidur. Mahasiswa kedokteran memiliki beban akademik tinggi yang dapat memengaruhi aktivitas fisik dan kondisi fisiologis mereka. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan aktivitas fisik dengan toleransi nyeri, tingkat stres, dan kualitas tidur pada mahasiswa kedokteran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan populasi responden mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung angkatan 2024 berjumlah 192. Sampel sebanyak 142 responden diperoleh menggunakan rumus Lemeshow. Penelitian dilakukan dari bulan September-November 2025. Data dikumpulkan menggunakan International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF) berjumlah 7 pertanyaan, Chronic Pain Grade Questionnaire (CPGQ) berjumlah 7 pertanyaan, Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ) berjumlah 36 pertanyaan, dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) berjumlah 18 pertanyaan. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Mayoritas responden memiliki aktivitas fisik sedang (46,5%). Tidak terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan toleransi nyeri dengan populasi Grade 1 65,5% (p=0,808) dan tingkat stres dengan populasi stres sedang 52,8% (p=0,496), namun terdapat hubungan signifikan dengan kualitas tidur dengan populasi tidur baik 52,1% (p=0,041). Kesimpulan: Aktivitas fisik memiliki hubungan signifikan terhadap kualitas tidur, namun tidak signifikan terhadap toleransi nyeri dan tingkat stres. Kata Kunci: Aktivitas fisik, kualitas tidur, mahasiswa kedokteran, stres, toleransi nyeri.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: 2507199742 Digilib
Date Deposited: 27 Jan 2026 03:37
Terakhir diubah: 27 Jan 2026 03:37
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95001

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir