PENGARUH EFISIENSI OPERASIONAL, AUDIT TENURE DAN FINANCIAL DISTRESS TERHADAP AUDIT REPORT LAG DENGAN SIZE COMPANY SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Empiris pada Perusahaan Subsektor Properti dan Real Estate yang Terdaftar di BEI Tahun 2022-2024)

FINANTA, FIARCIO (2025) PENGARUH EFISIENSI OPERASIONAL, AUDIT TENURE DAN FINANCIAL DISTRESS TERHADAP AUDIT REPORT LAG DENGAN SIZE COMPANY SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Empiris pada Perusahaan Subsektor Properti dan Real Estate yang Terdaftar di BEI Tahun 2022-2024). EKONOMI DAN BISNIS, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (114Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3253Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (3253Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Bahwa penelitian dilakukan agar dapat menganalisis terkait dampak pada efisiensi operasional, masa bakti auditor (audit tenure), dan kesulitan yang dihadapi keuangan (financial distress) pada audit report lag perusahaan dengan subsektor properti dan real estate terdaftar pada BEI Periode 2022-2024. Kemudian adanya efisiensi yang dilakukan pada operasional akan diukur dengan menggunakan rasio BOPO. Audit tenure diukur dengan cara memberikan skor 1 apabila auditor perusahaan konsiten dan ditambah +! Apabila setiap tahu berlanjut dan diriset kembali ke 1 apabila adanya pengganti auditor. Kemudian financial distrees akan hitung menggunakan model Grover dan audit report lag dihitung dengan berpdoman pada selisih hari antara tanggal laporan yang ada di audit dan laporan keuangan. Size company diukur dengan Ln (Total aset). Lebih lanjut, metode yang digunakan dalam penelitian adalahkuantitatif dengan teknik purposive samping dianalisiss menggunakan regresi linear berganda da moderated regression analysis. Menghasilkan efisiensi operasional berpengaruh secara positif dan signifikan pada audit report lag yang artinya dalam hal ini rasio yang dimiliki oleh BOPO memiliki kemungkinan yang tinggi berhubungan dengan adanya keterlambatan dalam palporan audit yang lebih lama. Kemudian audit tenure tidak memberikan penagruh pada audit report lag. Lebih lanjut, financial distress memberikan pengaruh negatif dan signifikan dalam mempelrihatkan prusahaan sedang berada dikesulitan keuangan yang lebih rendah dengan kecenderungan memiliki audit report lag yang pendek. Ukuran yang dimiliki oleh perusahaan memperkuat pengaruh efisiensi operasional pada audit report lag. Ukuran perusahaan juga tida memoderasi hubungan antara audit tenure dan report lag. Ukuran perusahaan memberikan kelemahan terhadap pengaruh yang diberikan financial distrees pada audit report lag. Adanya temuan ini memperlihatkan betapa menjadi pentingnya keteptan waktu dalam melaporkan hasil audit bagi investor dalam pengambilan keputusan. Pneleitian ini menjadi kontribusi pada literatur bagi auditor dan penelitian mendatang. Kata kunci: Efisiensi Operasional, Audit Tenure, Financial Distress, Size Company, Audit Report Lag Audit tenure, and financial distress in the audit report lag of companies in the property and real estate subsector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2022–2024 period. Operational efficiency is then measured using the BOPO ratio. Audit tenure is measured by assigning a score of 1 if the company’s auditor is consistent and adding +1 whenever each year continues and returning 0 if there is a replacement auditor. Financial distress is then calculated using the Grover model, and audit report lag is calculated based on the difference in days between the audit report date and the financial statements. Company size is measured by Ln (Total Assets). Furthermore, the method used in this study is quantitative with a purposive sampling technique analyzed using multiple linear regression and moderated regression analysis. Operational efficiency hazards have a positive and significant effect on audit report lag, meaning that in this case the BOPO ratio has a high probability of being related to delays in longer audit reports. Audit tenure does not have an effect on audit report lag. Furthermore, financial distress has a negative and significant effect, indicating that companies experiencing lower financial difficulties tend to have a shorter audit report lag. Company size strengthens the influence of operational efficiency on audit report lag. Company size also does not moderate the relationship between audit tenure and report lag. Company size weakens the effect of financial distress on audit report delays. These findings demonstrate the importance of maintaining timely audit reporting for investors in decision-making. This study contributes to the literature on auditors and future research. Keywords: Efisiensi Operasional, Audit Tenure, Financial Distress, Size Company, Audit Report Lag

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial
300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan)
300 Ilmu sosial > 320 Ilmu politik (politik dan pemerintahan) > 322 Hubungan negara dengan kelompok terorganisir dan anggotanya
Program Studi: FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS (FEB) > Prodi S1-Akuntansi
Pengguna Deposit: 2507089476 Digilib
Date Deposited: 28 Jan 2026 07:36
Terakhir diubah: 28 Jan 2026 07:36
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95105

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir