EFEKTIVITAS KEBIJAKAN BANK INDONESIA DALAM PENANGGULANGAN KEJAHATAN PEREDARAN UANG PALSU DI PROVINSI LAMPUNG

KOMANG , WASTAWAN (2026) EFEKTIVITAS KEBIJAKAN BANK INDONESIA DALAM PENANGGULANGAN KEJAHATAN PEREDARAN UANG PALSU DI PROVINSI LAMPUNG. Masters thesis, Universitas Lampung.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACK.pdf

Download (227Kb) | Preview
[img] File PDF
2. TESIS FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1856Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. TESIS TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (1707Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Keberadaan uang palsu merupakan ancaman serius yang tidak hanya melanggar hukum pidana, tetapi juga mengganggu fungsi yuridis uang sebagai alat pembayaran sah serta berpotensi mengguncang stabilitas sistem keuangan nasional. Bank Indonesia sebagai otoritas moneter memiliki peran strategis dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan untuk menanggulangi peredaran uang palsu, termasuk di Provinsi Lampung yang berposisi strategis sebagai jalur transit antara Pulau Jawa dan Sumatra. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelaksanaan kebijakan Bank Indonesia dalam penanggulangan peredaran uang palsu di Provinsi Lampung, ditinjau dari aspek edukasi publik, penerapan teknologi pengaman uang rupiah, dan sinergi kelembagaan dengan aparat penegak hukum, serta mengidentifikasi faktor kendala dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi lapangan dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, kebijakan Bank Indonesia telah berjalan cukup efektif, ditandai dengan menurunnya jumlah temuan uang palsu dan meningkatnya partisipasi masyarakat. Efektivitas ini didukung oleh kombinasi pendekatan penal melalui penegakan hukum yang memberikan efek jera, dan non-penal melalui edukasi publik seperti program cinta, bangga, paham rupiah serta sosialisasi metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Kedua, kendala yang masih dihadapi meliputi rendahnya literasi keuangan masyarakat, kurangnya penggunaan alat deteksi uang palsu, dan belum optimalnya koordinasi antarinstansi. Penelitian ini menyarankan agar Bank Indonesia memperkuat edukasi digital, meningkatkan kesadaran publik, serta memperluas sinergi antar lembaga guna mencegah peredaran uang palsu dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap rupiah. Kata Kunci: Efektivitas, Kebijakan Bank Indonesia, Kejahatan, Uang Palsu

Jenis Karya Akhir: Tesis (Masters)
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
Program Studi: FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S2-Magister Hukum
Pengguna Deposit: 2507672478 Digilib
Date Deposited: 28 Jan 2026 07:59
Terakhir diubah: 28 Jan 2026 07:59
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95115

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir