HUBUNGAN ANTARA PAPARAN DEBU PM10 DAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN GANGGUAN FUNGSI PERNAPASAN PADA PEKERJA AREA PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT DI CV. BUMI WARAS WAY LUNIK BANDAR LAMPUNG

Fitri, Maharani (2025) HUBUNGAN ANTARA PAPARAN DEBU PM10 DAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN GANGGUAN FUNGSI PERNAPASAN PADA PEKERJA AREA PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT DI CV. BUMI WARAS WAY LUNIK BANDAR LAMPUNG. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (92Kb) | Preview
[img] File PDF
FILE SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2505Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
FILE SKRIPSI FULL TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (2387Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Industri pengolahan kelapa sawit menghasilkan debu PM₁₀ yang dapat melebihi baku mutu udara kerja dan memicu gangguan fungsi pernapasan seperti batuk, sesak napas, dan dahak berlebih dengan pola obstruktif, restriktif, maupun campuran. Selain paparan debu, faktor individu seperti umur, masa kerja, dan kebiasaan merokok juga memengaruhi fungsi paru pekerja. Mengetahui hubungan antara paparan debu PM₁₀ dan faktor individu (umur, masa kerja, kebiasaan merokok, kapasitas paru) dengan gejala gangguan fungsi pernapasan pada pekerja bagian produksi di CV. Bumi Waras Way Lunik Bandar Lampung. Penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional pada 66 pekerja area produksi yang dipilih secara total sampling. Kadar PM₁₀ diukur menggunakan Air Quality Monitor (AQM), fungsi paru diukur dengan spirometer (FEV₁, FVC, FEV₁/FVC), dan faktor individu diperoleh melalui kuesioner. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. sebagian besar responden mengalami gejala gangguan fungsi pernapasan (51,5%) dan memiliki kapasitas paru tidak normal (68,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara paparan debu PM₁₀ (p = 0,021), kebiasaan merokok (p = 0,028), dan kapasitas vital paru (p = 0,043) dengan gejala gangguan fungsi pernapasan pada pekerja. Sementara itu, variabel umur (p = 0,149) dan masa kerja (p = 0,271) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan gangguan fungsi pernapasan. Paparan PM₁₀, kebiasaan merokok, dan kapasitas vital paru berhubungan dengan gejala gangguan pernapasan pada pekerja. Perlu pengendalian paparan debu, peningkatan penggunaan APD, dan pemeriksaan fungsi paru scara berkala.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: 2507097555 Digilib
Date Deposited: 29 Jan 2026 02:48
Terakhir diubah: 29 Jan 2026 02:48
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95179

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir