DIOZ , THIMOTEUS TOGATOROP (2026) ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DENGAN MODUS OPEN BOOKING OUT MELALUI APLIKASI MICHAT (Studi Putusan Perkara Nomor: 892/Pid.Sus/2024/PN Tjk). FAKULTAS HUKUM , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (262Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2877Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2709Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Perkembangan teknologi informasi selain membawa manfaat juga memicu munculnya kejahatan baru, seperti perdagangan orang melalui modus open booking out di aplikasi MiChat yang mengeksploitasi anak di bawah umur. Kasus ini menimbulkan kerugian bagi korban dan mengancam nilai kemanusiaan. Putusan Nomor 892/Pid.Sus/2024/PN Tjk penting dikaji karena hakim hanya menjatuhkan pidana berdasarkan dakwaan perlindungan anak tanpa mempertimbangkan dakwaan perdagangan orang, sehingga menimbulkan persoalan keadilan. Oleh karena itu, penelitian ini membahas pertanggungjawaban pidana pelaku serta dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan empiris untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai permasalahan hukum. Narasumber dalam penelitian ini adalah Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang Kelas IA dan Dosen Bagian Hukum Pidana. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan studi lapangan, kemudian data diolah dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana pelaku dan dasar pertimbangan hakim menegaskan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana perdagangan orang dengan cara mengeksploitasi anak di bawah umur, sebagaimana diatur dalam Pasal 83 jo. Pasal 76F Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pertanggungjawaban pidana didasarkan pada terpenuhinya unsur actus reus berupa perbuatan memperdagangkan anak dan mens rea berupa kesengajaan untuk memperoleh keuntungan, dengan kemampuan bertanggung jawab penuh tanpa adanya alasan pembenar maupun pemaaf. Terdakwa secara sadar mengendalikan tindakannya dan memperoleh keuntungan dari hasil eksploitasi korban. Pertimbangan hakim meliputi aspek yuridis dengan terpenuhinya unsur delik, aspek sosiologis yang memperhatikan dampak terhadap korban dan masyarakat, serta aspek filosofis yang menekankan perlindungan hak anak dan keadilan substantif. Putusan hakim mencerminkan penegakan hukum yang menjunjung tinggi kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan anak. Saran dari hasil penelitian ini adalah agar pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh pihak meningkatkan pengawasan, pencegahan, serta penindakan terhadap tindak pidana perdagangan orang daring sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional) yang menegakkan asas legalitas, kepastian hukum, dan perlindungan terhadap kelompok rentan. Hakim dan jaksa juga diharapkan lebih tegas dan konsisten dalam menjatuhkan putusan yang proporsional, mencerminkan keadilan bagi korban, memberikan efek jera bagi pelaku, serta mengintegrasikan pendekatan yuridis, sosiologis, dan filosofis guna melindungi hak anak, menegakkan nilai kemanusiaan, dan mewujudkan keadilan substantif. Selain itu, denda dan pidana subsidair kurungan harus ditetapkan secara setara dan proporsional dengan tingkat kesalahan pelaku agar tidak menimbulkan ketimpangan dalam penegakan hukuman. Kata Kunci: Perdagangan Orang, Eksploitasi Seksual, MiChat, Pertanggungjawaban Pidana, Pertimbangan Hakim.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum |
| Pengguna Deposit: | 2507141884 Digilib |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 02:53 |
| Terakhir diubah: | 29 Jan 2026 02:53 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95192 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
