Mutiara Vira, Antonia (2025) PERBEDAAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT TINEA VERSICOLO R SEBELUM DAN SESUDAH PROMOSI KESEHATAN DENGAN METODE FOCUS GROUP DISCUSSION DAN DEMONSTRASI PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUT TILAWAH. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK.pdf Download (124Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (3793Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf Download (3586Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Latar Belakang: Tinea versicolor merupakan penyakit kulit superfisial yang disebabkan oleh jamur Malassezia furfur dan sering dijumpai pada remaja dengan kebersihan diri yang kurang optimal. Upaya peningkatan pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan penyakit ini dapat dilakukan melalui promosi kesehatan dengan berbagai metode. Focus group discussion dan demonstrasi merupakan dua metode yang sering digunakan, namun efektivitas keduanya masih perlu dikaji lebih lanjut. Metode: Penelitian ini menggunakan desain true-experimental dengan rancangan pre-test and post-test design yang melibatkan 52 santri, terbagi menjadi dua kelompok yaitu metode FGD dan metode demonstrasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang Tinea versicolor sebelum dan sesudah penyuluhan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk uji normalitas, uji Wilcoxon untuk melihat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi metode FGD dan demonstrasi serta uji Mann-Whitney untuk melihat perbedaan peningkatan pengetahuan kedua metode. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode, baik Focus group discussion maupun demonstrasi, sama-sama efektif dalam meningkatkan pengetahuan santri mengenai Tinea versicolor . Peningkatan pengetahuan pada kelompok FGD memiliki nilai median selisih yang lebih tinggi (4,00) dibandingkan kelompok demonstrasi (3,00), meskipun perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0,250). Pada uji Wilcoxon, kedua metode menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi, baik pada kelompok FGD (p <0,001) maupun demonstrasi (p <0,001), yang berarti keduanya berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan. Selain itu, frekuensi peserta dengan peningkatan nilai yang lebih besar (selisih >5) lebih banyak ditemukan pada kelompok demonstrasi, menunjukkan bahwa metode demonstrasi menghasilkan variasi peningkatan pengetahuan yang lebih luas antar individu. Kesimpulan: Baik metode FGD maupun demonstrasi berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan santri tentang Tinea versicolor . Metode FGD menunjukkan peningkatan yang lebih merata antar peserta, sedangkan metode demonstrasi lebih efektif meningkatkan pemahaman pada sebagian peserta dengan hasil peningkatan yang tinggi. Kata Kunci: Demonstrasi, Focus group discussion, Pengetahuan, Santri, Tinea versicolor
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter |
| Pengguna Deposit: | 2507886563 Digilib |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 07:51 |
| Terakhir diubah: | 29 Jan 2026 07:51 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95225 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
