HUBUNGAN ANTARA PAPARAN DEBU PM10 DENGAN GEJALA KONJUNGTIVITIS IRITATIF PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PENGOLAHAN MINYAK KELAPA SAWIT DI CV. BUMI WARAS WAY LUNIK BANDAR LAMPUNG

Maharani, Maharani (2025) HUBUNGAN ANTARA PAPARAN DEBU PM10 DENGAN GEJALA KONJUNGTIVITIS IRITATIF PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PENGOLAHAN MINYAK KELAPA SAWIT DI CV. BUMI WARAS WAY LUNIK BANDAR LAMPUNG. Kedokteran, Lampung.

[img]
Preview
File PDF
Abstrak Maharani.pdf

Download (132Kb) | Preview
[img] File PDF
Skripsi digilib full_Maharani.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3290Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
Skripsi digilib no pembahasan .pdf

Download (3088Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Latar Belakang: Konjungtivitis iritatif merupakan salah satu gangguan kesehatan mata yang umum ditemukan pada lingkungan kerja berdebu. Pekerja di industri pengolahan minyak kelapa sawit memiliki risiko tinggi terpapar partikulat halus, seperti PM10, yang berpotensi mengiritasi konjungtiva dan memicu gejala konjungtivitis iritatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan debu PM10 dengan gejala konjungtivitis iritatif pada pekerja bagian produksi di CV. Bumi Waras Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja bagian produksi di CV. Bumi Waras sebanyak 70 orang, yang bekerja di gudang kernel, gudang palm kernel oil, dan gudang palm kernel expeller. Pengukuran konsentrasi PM10 dilakukan menggunakan alat Air Quality Index Monitor, sedangkan data gejala konjungtivitis diperoleh melalui pengisian kuesioner. Analisis statistik menggunakan uji chi- square untuk mengetahui hubungan antara paparan PM10 dan gejala konjungtivitis iritatif, dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Hasil pengukuran menunjukkan bahwa 66,7% area kerja memiliki konsentrasi PM10 ≥ 75 µg/m3 , sementara 33,3% berada di bawah baku mutu. Sebanyak 59,1% pekerja mengalami gejala konjungtivitis iritatif, dengan keluhan terbanyak berupa mata berpasir/mengganjal, mata merah, dan mata gatal. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara paparan PM10 dengan gejala konjungtivitis iritatif (p = 0,008), dengan nilai Prevalence Ratio (PR) sebesar 4,17 dan Confidence Interval (CI) 95% (1,41-12,3). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara paparan debu PM10 dan gejala konjungtivitis iritatif pada pekerja bagian produksi di CV. Bumi Waras. Kata Kunci: konjungtivitis iritatif, minyak kelapa sawit, pekerja, PM10.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: 2507771601 Digilib
Date Deposited: 30 Jan 2026 07:10
Terakhir diubah: 30 Jan 2026 07:10
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95238

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir