Bima Adinur, Wicaksono (2025) Hubungan antara Paparan Panas dengan Gangguan Konsentrasi pada Pekerja PT. Mahligai Indococo Fiber. KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (112Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2104Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA PEMBAHASAN.pdf Download (1835Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Latar Belakang: Paparan panas merupakan salah satu faktor fisik yang sering ditemui di lingkungan industri tropis yang memengaruhi performa serta kesehatan pekerja. Suhu kerja yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) berpotensi menyebabkan peningkatan suhu tubuh, dehidrasi, kelelahan, dan gangguan fungsi kognitif, termasuk konsentrasi. PT Mahligai Indococo Fiber memiliki area kerja dengan tingkat panas tinggi, terutama di bagian produksi dan penjemuran, yang berisiko menurunkan konsentrasi kerja pekerja Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang ini melibatkan 70 pekerja. Paparan panas diukur menggunakan indeks Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) melalui heat stress monitor dengan pendampingan Balai K3 Lampung, sedangkan gangguan konsentrasi dinilai dengan Grid Concentration Test (GCT). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan (p<0,05). Hasil: Sebagian besar pekerja terpapar panas melebihi NAB (≥25°C) terutama pada area penjemuran dan adukan. Hasil pengukuran GCT menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja memiliki tingkat konsentrasi sedang hingga rendah. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara paparan panas dengan gangguan konsentrasi (p<0,05); pekerja dengan paparan panas di atas NAB lebih banyak mengalami penurunan kemampuan konsentrasi dibandingkan pekerja dengan paparan panas di bawah NAB Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara paparan panas dengan gangguan konsentrasi pada pekerja PT Mahligai Indococo Fiber. Paparan panas yang tinggi di lingkungan kerja dapat menurunkan kemampuan konsentrasi pekerja. Diperlukan upaya pengendalian iklim kerja panas, penyediaan ventilasi memadai, serta edukasi kesehatan kerja untuk mencegah penurunan performa kognitif dan meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan industri. Kata Kunci: Gangguan konsentrasi, GCT, K3, paparan panas, pekerja industri, WBGT
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter |
| Pengguna Deposit: | 2507169886 Digilib |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 08:53 |
| Terakhir diubah: | 30 Jan 2026 08:53 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95312 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
