HUBUNGAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR DAN GANGGUANTIDUR DENGAN KUALITAS HIDUP ANAK PENDERITA CEREBRAL PALSY DI KOMUNITAS CEREBRAL PALSY METRO PROVINSI LAMPUNG

NASYWA RACHMADI, NAYLA (2026) HUBUNGAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR DAN GANGGUANTIDUR DENGAN KUALITAS HIDUP ANAK PENDERITA CEREBRAL PALSY DI KOMUNITAS CEREBRAL PALSY METRO PROVINSI LAMPUNG. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (126Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (10Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2553Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Background: Cerebral palsy (CP) is a clinical syndrome characterized by nonprogressive central motor deficits caused by immature brain damage. This study aims to analyze the relationship between gross motor skills and sleep disturbances and the quality of life of children with cerebral palsy in the Metro Cerebral Palsy Community of Lampung Province. Methods: This study is an analytical observational study with a cross-sectional approach in the Cerebral Palsy Community of Metro, Lampung Province. A total of 36 children aged 3-17 years were included using a total sampling technique. Data were analysed using Spearman's rho correlation test and Pearson correlation test. Results: The research findings indicate a significant positive correlation between gross motor skills and quality of life (p=0.125; r=0.15). Conversely, sleep disturbances did not show a significant relationship with quality of life and had a weak negative correlation (p=0.001; r=-0.261). All respondents had a low quality of life, with physical function and school function being the most affected domains. The majority of respondents were in the low gross motor skills category (36.82%), and 72% of the children experienced sleep disturbances, particularly difficulty initiating and maintaining sleep. Conclusion: The quality of life for children with CP in that community is considered low. Gross motor skills play an important role in the quality of life of children with CP, while sleep disturbances are not significantly related. Further research is needed with a larger sample size, as well as the active involvement of parents in children's physical therapy and sleep management. Keywords: Cerebral palsy, gross motor skills, sleep disturbance, quality of life. Latar Belakang: Cerebral palsy (CP) adalah sindroma klinik yang ditandai dengan adanya defisit motorik sentral yang bersifat tidak progresif, disebabkan kerusakan otak yang belum matur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya hubungan antara kemampuan motorik kasar dan gangguan tidur dengan kualitas hidup anak penderita cerebral palsy di Komunitas Cerebral Palsy Metro Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional di Komunitas Cerebral Palsy Metro Provinsi Lampung. Sampel yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling, sebanyak 36 anak dengan rentang usia 3-17 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dan uji korelasi Pearson. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan korelasi positif antara kemampuan motorik kasar dan kualitas hidup (p=0,125; r=0,15). Sebaliknya, gangguan tidur tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup dan memiliki korelasi negatif lemah (p=0,001; r=-0,261). Seluruh responden memiliki kualitas hidup yang rendah, dengan domain fungsi fisik dan fungsi sekolah sebagai aspek yang paling banyak mengalami gangguan. Mayoritas responden berada pada kategori kemampuan motorik kasar rendah (36,82), serta 72% anak mengalami gangguan tidur, terutama pada kesulitan memulai dan mempertahankan tidur. Kesimpulan: Kualitas hidup anak penyandang CP di komunitas tersebut tergolong rendah. Kemampuan motorik kasar berperan penting terhadap kualitas hidup anak CP, sedangkan gangguan tidur tidak berhubungan secara signifikan. Diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar serta peran aktif orang tua dalam terapi fisik dan manajemen tidur anak. Kata Kunci: Cerebral palsy, gangguan tidur, kemampuan motorik kasar, kualitas hidup.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan)
600 Teknologi (ilmu terapan) > 607 Pendidikan, riset, topik terkait
600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: 2507254622 Digilib
Date Deposited: 30 Jan 2026 09:13
Terakhir diubah: 30 Jan 2026 09:13
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95328

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir