Fiola, Yonandes (2025) PENGARUH SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera lam) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus). FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (98Kb) | Preview |
|
|
File PDF
FILE SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (7Mb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
FILE SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (6Mb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Latar Belakang: Luka sayat merupakan kerusakan jaringan epitel yang membutuhkan proses penyembuhan melalui fase hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodelling. Daun kelor (Moringa oleifera lam) mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang bersifat antiinflamasi, antioksidan, serta mampu merangsang proliferasi fibroblas sehingga berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh salep ekstrak etanol daun kelor terhadap penyembuhan luka sayat secara makroskopis dan mikroskopis pada tikus putih. Metode: Penelitian ini merupakan true experimental dengan desain post-test only control group, menggunakan 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (povidone iodine 10%), serta kelompok perlakuan salep ekstrak etanol daun kelor konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Luka sayat dibuat sepanjang 2 cm dan kedalaman 0,2 cm, yang diberi perlakuan selama 14 hari. Parameter yang diamati meliputi panjang luka pada hari ke-14 dan jumlah fibroblas pada hari ke-15. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil: Terdapat perbedaan panjang luka yang signifikan (p = 0,001). Rata-rata panjang luka adalah: K(-) 1,23 cm; K(+) 0,5 cm; P1 0 cm; P2 0,21 cm; dan P3 0,65 cm. Pengamatan mikroskopis juga menunjukkan perbedaan signifikan jumlah fibroblas (p < 0,001), dengan rerata: K(-) 10,32; K(+) 22,28; P1 27,80; P2 24,40; dan P3 13,28. Konsentrasi 2,5% menunjukkan penyembuhan paling cepat dan jumlah fibroblas tertinggi Kesimpulan: Salep ekstrak etanol daun kelor berpengaruh signifikan terhadap penyembuhan luka sayat. Konsentrasi 2,5% merupakan formulasi paling efektif secara makroskopis dan mikroskopis. Kata Kunci: Fibroblas, luka sayat, Moringa oleifera, Rattus norvegicus, salep
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter |
| Pengguna Deposit: | 2507518097 Digilib |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 06:04 |
| Terakhir diubah: | 02 Feb 2026 06:04 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95404 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
