UPAYA KEPOLISIAN DALAM PENERAPAN DIVERSI TERHADAP PELAKU ANAK TINDAK PIDANA PENCURIAN (STUDI POLRES LAMPUNG BARAT)

Chindi, Oksa Pirlina (2026) UPAYA KEPOLISIAN DALAM PENERAPAN DIVERSI TERHADAP PELAKU ANAK TINDAK PIDANA PENCURIAN (STUDI POLRES LAMPUNG BARAT). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (205Kb) | Preview
[img] File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3550Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (3411Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja yang membutuhkan penanganan khusus dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Kasus pencurian laptop di SMP Negeri 13 Krui, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi contoh nyata bagaimana lemahnya pengawasan dan kondisi sosial dapat mendorong anak terjerumus ke dalam tindak pidana. Diversi hadir sebagai solusi alternatif penyelesaian perkara anak di luar jalur peradilan formal, dengan mengedepankan prinsip restorative justice yang menitikberatkan pada pemulihan, bukan pembalasan. Permasalahan dalam penelitian ini difokuskan pada bagaimana upaya kepolisian dalam penerapan diversi terhadap anak pelaku pencurian di Polres Lampung Barat serta hambatan-hambatan yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan penyidik Polres Lampung Barat, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk memperoleh gambaran utuh mengenai penerapan diversi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diketahui bahwa kepolisian berperan aktif dalam menerapkan diversi sejak tahap penyidikan dengan mempertemukan anak pelaku, korban, dan keluarga melalui musyawarah. Namun, pelaksanaan diversi masih menghadapi kendala, antara lain kurangnya pemahaman masyarakat mengenai mekanisme diversi, keterbatasan saranaiv Chindi Oksa Pirlina pendukung, serta belum maksimalnya koordinasi antara pihak kepolisian, keluarga, korban, dan Balai Pemasyarakatan (BAPAS). Hambatan-hambatan tersebut berdampak pada belum optimalnya penerapan diversi di Polres Lampung Barat. Penulis menyarankan agar kepolisian meningkatkan sinergi dengan keluarga, masyarakat, dan BAPAS, serta memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya diversi, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan tujuan perlindungan anak. Kata Kunci : Upaya Kepolisian, Diversi, Anak, Pencurian, Restorative Justice

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
Program Studi: FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum
Pengguna Deposit: 2507935606 Digilib
Date Deposited: 03 Feb 2026 06:34
Terakhir diubah: 03 Feb 2026 06:34
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95528

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir