POTENSI MOTIF TENUN SUAT SONGKET BADUY LUAR SEBAGAI INDIKASI GEOGRAFIS ASAL PROVINSI BANTEN

Sofiyatul, Syafira (2026) POTENSI MOTIF TENUN SUAT SONGKET BADUY LUAR SEBAGAI INDIKASI GEOGRAFIS ASAL PROVINSI BANTEN. FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (89Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (1231Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (932Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Tenun Baduy Luar asal Desa Kanekes, Provinsi Banten, merupakan warisan budaya penting yang memiliki nilai estetika, filosofi, dan identitas kultural khas masyarakat Baduy. Tenun ini dibuat secara tradisional dengan motif Suat Songket yang unik dan penuh makna, mencerminkan hubungan erat masyarakat dengan alam dan adat istiadat. Namun, hingga kini motif ini belum mendapat perlindungan hukum berupa pengakuan sebagai Indikasi Geografis (IG), padahal Indonesia sudah mengatur perlindungan IG melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis hambatan dalam proses pengakuan motif tenun Suat Songket sebagai IG asal Provinsi Banten, dari aspek hukum, administratif, sosial budaya, serta tingkat kesadaran masyarakat adat dalam perlindungan kekayaan intelektual komunal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif empiris, dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dengan pengrajin, tokoh adat, dan pihak pemerintah daerah terkait, serta data sekunder dari studi pustaka. Pendekatan hukum dan sosiologis diterapkan untuk mengkaji regulasi dan kondisi sosial budaya komunitas Baduy. Hasil penelitian menunjukkan motif tenun Suat Songket memiliki karakteristik khas yang erat kaitannya dengan identitas geografis dan budaya masyarakat Baduy, serta belum memenuhi syarat perlindungan hukum melalui skema IG. Meskipun demikian, terdapat hambatan signifikan seperti belum adanya organisasi pengelola dengan struktur formal, kurangnya integrasi data administrasi antara pemerintah daerah, dan minimnya sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya IG. Pengakuan IG akan memberikan perlindungan hukum yang efektif, menjaga keaslian dan kualitas motif tenun, serta meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing produk di pasar lokal dan global. Dukungan pemerintah dan partisipasi aktif komunitas menjadi kunci penting dalam mewujudkan pelestarian dan pengembangan kerajinan tenun yang berkelanjutan. Kata Kunci: Motif Tenun Suat Songket, Baduy, Indikasi Geografis

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum > 346 Hukum privat, hukum perdata
Program Studi: FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum
Pengguna Deposit: 2507354606 Digilib
Date Deposited: 03 Feb 2026 08:43
Terakhir diubah: 03 Feb 2026 08:43
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95553

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir