Thoyyibah , Nurhikmah Sanggem (2026) ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA OKNUM KEPALA SEKOLAH YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PEMALSUAN IJAZAH (Studi Putusan Nomor 1093/Pid.B/2023/PN TJK). FAKULTAS HUKUM , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (238Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (3989Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (3934Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Pemalsuan ijazah merupakan salah satu bentuk tindak pidana yang merusak integritas dunia Pendidikan, hal tersebut dikarenakan Ijazah yang seharusnya menjadi bukti pencapaian akademik justru sering disalahgunakan untuk memperoleh keuntungan pribadi, termasuk dalam proses seleksi pekerjaan maupun penerimaan anggota kepolisian. Salah satu kasus yang menjadi fokus penelitian ini adalah tindak pidana pemalsuan ijazah yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah sebagaimana tercantum dalam Putusan Nomor 1093/Pid.B/2023/PN Tjk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap oknum kepala sekolah yang melakukan pemalsuan ijazah serta untuk menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dan empiris, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan yang bersumber dari peraturan perundangundangan, literatur hukum, dan putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana terhadap oknum kepala sekolah dalam Putusan Nomor 1093/Pid.B/2023/PN TJK didasarkan pada asas kesalahan, di mana terdakwa terbukti secara sah dan tanpa paksaan melakukan tindak pidana menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik. Atas perbuatannya tersebut, terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 5 (lima) bulan. Namun demikian, pidana yang dijatuhkan dinilai relatif ringan sehingga berpotensi tidak memberikan efek jera serta menimbulkan persoalan terhadap efektivitas pemidanaan, khususnya mengingat dampak perbuatan terdakwa terhadap integritas dunia pendidikan dan proses seleksi penerimaan anggota Polri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar penjatuhan pidana terhadap pelaku pemalsuan ijazah dilakukan secara lebih proporsional dengan memperhatikan kedudukan pelaku sebagai pendidik serta dampak yang ditimbulkan terhadap kepentingan publik dan dunia pendidikan. Selain itu, hakim diharapkan dapat menyeimbangkan pertimbangan yang meringankan dengan kerusakan moral dan hilangnya kepercayaan masyarakat akibat perbuatan pemalsuan ijazah, sehingga putusan yang dijatuhkan mampu mewujudkan keadilan, efek jera, serta perlindungan terhadap nilai kejujuran dalam sistem pendidikan. Kata Kunci : Pertanggungjawaban Pidana, Pemalsuan Ijazah, Pertimbangan Hakim
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum |
| Pengguna Deposit: | 2507991868 Digilib |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 12:39 |
| Terakhir diubah: | 03 Feb 2026 12:39 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95560 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
