EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH CAESAR DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90% DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG

NIKITA, MARSHANDA (2026) EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH CAESAR DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90% DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (157Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3590Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (3462Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Background: Cesarean section is a clean-contaminated surgical procedure that carries a risk of infection. In Indonesia, the prevalence of cesarean deliveries increased from 17.6% in 2018 to 21% in 2021, with an infection risk of 5-15%. Prophylactic antibiotics are used to prevent infection. This study aims to evaluate the use of prophylactic antibiotics between 2024 and 2025. Methods: This study was a descriptive study with a cross-sectional design involving 121 cesarean section patients from July to December 2024 and from February to July 2025. Data were collected using a total sampling technique. The evaluation was conducted by comparing the 2024 and 2025 periods using the ATC/DDD and DU 90% methods. The data are presented descriptively in table. Results: Based on the ATC/DDD method, ceftriaxone was the most frequently used antibiotic in 2024, with a value of 48.27 DDD per 100 inpatient-days. In 2025, the use of ceftriaxone increased to 73.95 DDD per 100 inpatient-days. Conclusion: Ceftriaxone and cefazolin were the most commonly used prophylactic antibiotics. The use of ceftriaxone accounted for 73.83% in 2024 and 72.61% in 2025, while the use of cefazolin increased from 13.64% in 2024 to 16.02% in 2025. Keywords: Prophylactic Antibiotics, Cesarean Section Patients, ATC/DDD, DU 90% Latar Belakang: Bedah caesar merupakan tindakan pembedahan bersih terkontaminasi yang memiliki risiko infeksi. Di Indonesia, prevalensi persalinan bedah caesar meningkat dari 17,6% pada tahun 2018 menjadi 21% pada tahun 2021, dengan risiko infeksi sebesar 5-15%. Antibiotik profilaksis digunakan sebagai upaya pencegahan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah caesar antara periode 2024 dengan 2025. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross-sectional yang terdiri dari 121 pasien bedah caesar periode Juli hingga Desember 2024 dan Februari hingga Juli 2025. Pengambilan data dengan teknik total sampling. Evaluasi yang dilakukan yaitu dengan membandingkan antara periode 2024-2025 dengan metode ATC/DDD dan DU 90%. Data disajikan dalam bentuk tabel secara deskriptif. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode ATC/DDD, antibiotik yang paling banyak digunakan pada tahun 2024 yaitu ceftriaxone dengan nilai 48.27 DDD/100 hari rawat inap. Sementara itu, pada tahun 2025, ceftriaxone mengalami peningkatan sebesar 73.95 DDD/100 hari rawat inap. Kesimpulan: Ceftriaxone dan cefazolin merupakan antibiotik profilaksis yang sering digunakan. Penggunaan ceftriaxone sebesar 73,83% pada tahun 2024 dan 72.61% pada tahun 2025, sementara penggunaan cefazolin meningkat dari 13.664% pada tahun 2024 menjadi 16.02% pada tahun 2025. Kata Kunci: Antibiotik Profilaksis, Pasien Bedah Caesar, ATC/DDD, DU 90%

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan)
600 Teknologi (ilmu terapan) > 607 Pendidikan, riset, topik terkait
600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Prodi Farmasi
Pengguna Deposit: 2507667587 Digilib
Date Deposited: 04 Feb 2026 02:29
Terakhir diubah: 04 Feb 2026 02:29
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95599

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir