HUBUNGAN PAPARAN DEBU SABUT KELAPA TERHADAP KAPASITAS FUNGSI PARU PEKERJA DI SEBUAH PABRIK PENGOLAHAN SABUT KELAPA DI KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

Putri Febi, Mersiana (2025) HUBUNGAN PAPARAN DEBU SABUT KELAPA TERHADAP KAPASITAS FUNGSI PARU PEKERJA DI SEBUAH PABRIK PENGOLAHAN SABUT KELAPA DI KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI ABSTRAK PUTRI FEBI MERSIANA.pdf

Download (80Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL Putri Febi Mersiana.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2622Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL Tanpa pembahasan.pdf

Download (2540Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Latar Belakang: Paparan debu di lingkungan kerja industri berpotensi menyebabkan gangguan sistem pernapasan, terutama penurunan kapasitas fungsi paru. Pekerja pada industri pengolahan serabut kelapa memiliki risiko tinggi terpapar debu organik yang dihasilkan dari proses pemotongan, pengayakan, dan pengeringan bahan baku. Paparan yang berlangsung terus-menerus tanpa penggunaan alat pelindung diri dapat menimbulkan gangguan paru secara bertahap. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari pekerja industri pengolahan serabut kelapa yang memenuhi kriteria inklusi. Pengukuran kadar debu dilakukan menggunakan Air Quality Monitor dengan metode laser scattering untuk parameter PM₁₀, sedangkan kapasitas fungsi paru diukur menggunakan spirometer dengan parameter FVC dan FEV₁. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi chi square untuk mengetahui hubungan antara kadar debu dengan kapasitas fungsi paru. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian pekerja terpapar debu melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) dan sebanyak 30 dari 70 pekerja memiliki kapasitas fungsi paru yang tidak normal. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar debu udara dengan kapasitas fungsi paru (p < 0,000), yang berarti semakin tinggi kadar debu, semakin rendah nilai fungsi paru pekerja. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara paparan debu jangka panjang dan kapasitas fungsi paru pekerja di industri pengolahan serabut kelapa. Disarankan perusahaan melakukan pengendalian debu, pemeriksaan kesehatan berkala, serta mewajibkan penggunaan alat pelindung pernapasan untuk mencegah penurunan fungsi paru. Kata Kunci: Debu, Kapasitas fungsi paru, Pekerja, PM10, Sabut kelapa

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: 2507866892 Digilib
Date Deposited: 04 Feb 2026 03:16
Terakhir diubah: 04 Feb 2026 03:16
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95615

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir