ANALISIS PERTANGGUNGJAWBAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (Studi Putusan: 718/Pid.B/2024/PN Tjk)

AHMAD , RAFI TANJUNG (2026) ANALISIS PERTANGGUNGJAWBAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (Studi Putusan: 718/Pid.B/2024/PN Tjk). FAKULTAS HUKUM , UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (425Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (3038Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2790Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Pembunuhan berencana merupakan tindak pidana berat yang menuntut pembuktian kuat mengenai unsur kesengajaan dan perencanaan. Permasalahan utama dalam penelitian ini berfokus pada Putusan Nomor 718/Pid.B/2024/PN Tanjung Karang, di mana terdapat kompleksitas ketika dua terdakwa dengan peran fisik berbeda satu sebagai eksekutor dominan dan satu sebagai turut serta dijatuhi hukuman yang sama berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana terhadap para pelaku terlebih dahulu, kemudian menganalisis dasar pertimbangan yuridis, filosofis, dan sosiologis hakim dalam menjatuhkan sanksi tersebut guna memastikan keadilan bagi para terdakwa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan masalah yang diterapkan meliputi pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach) dengan menelaah dokumen putusan pengadilan. Sumber data yang digunakan bersumber dari data sekunder yang mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang dikumpulkan melalui teknik studi kepustakaan. Selanjutnya, data dianalisis secara kualitatif untuk menarik kesimpulan yang menjawab rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara pertanggungjawaban pidana, kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur Pasal 340 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP karena adanya kesatuan niat dan kerja sama yang erat dalam mewujudkan delik (medepleger), sehingga perbedaan peran fisik tidak menghapuskan pertanggungjawaban pidana mereka. Sementara itu, dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi didominasi oleh pertimbangan yuridis berupa terpenuhinya alat bukti di persidangan serta pertimbangan sosiologis untuk memberikan efek jera dan perlindungan masyarakat (social defence), meskipun rincian mengenai proporsionalitas peran fisik masing-masing pelaku belum dipertimbangkan secara mendalam sebagai faktor yang membedakan berat ringannya pidana. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan kepada majelis hakim di masa mendatang agar lebih komprehensif dalam menguraikan kontribusi spesifik masing-masing pelaku pada tindak pidana penyertaan dalam bagian pertimbangan hukum, sehingga penjatuhan sanksi pidana dapat lebih mencerminkan rasa keadilan substantif yang proporsional. Selain itu, diperlukan adanya penguatan pedoman pemidanaan bagi hakim dalam menilai kasus penyertaan agar pemberian sanksi tidak hanya terfokus pada terpenuhinya unsur delik, tetapi juga mempertimbangkan secara jeli derajat keterlibatan setiap pelaku demi terwujudnya putusan yang lebih objektif. Kata Kunci: Pembunuhan Berencana, Pertanggungjawaban Pidana, Medepleger

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum
Program Studi: FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum
Pengguna Deposit: 2507266316 Digilib
Date Deposited: 05 Feb 2026 02:30
Terakhir diubah: 05 Feb 2026 02:30
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95674

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir