UJI EFEKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA BAKAR TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR SPRAGUE DAWLEY SETELAH PEMBERIAN EMULGEL EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG BAKAU (Rhizophora apiculata)

Muhamad Djamil, Alviando Arja (2026) UJI EFEKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA BAKAR TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR SPRAGUE DAWLEY SETELAH PEMBERIAN EMULGEL EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG BAKAU (Rhizophora apiculata). FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS LAMPUNG .

[img]
Preview
File PDF
1. ABSTRACT.pdf

Download (17Kb) | Preview
[img] File PDF
2. Skripsi full.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (22Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
3. Skripsi tanpa Bab IV.pdf

Download (15Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Latar Belakang: Luka bakar ialah cedera jaringan yang memiliki risiko infeksi dan morbiditas yang tinggi. Zat bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan terpenoid diketahui terdapat pada tumbuhan bakau (Rhizophora apiculata). Zat-zat ini memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan yang bisa mempercepat penyembuhan luka. Tujuan: Guna mengetahui efektivitas emulgel ekstrak etanol kulit batang bakau (Rhizophora apiculata) terhadap fase penyembuhan, penyusutan luas luka, lama waktu penyembuhan, dan penilaian skor Bates-Jensen pada luka bakar derajat II tikus putih jantan. Metode: Jenis penelitian ini ialah true experimental dengan rancangan post test only control group design. Sebanyak 30 ekor tikus putih jantan terbagi menjadi 6 kelompok: Kontrol Normal (basis gel), Kontrol Negatif (Aquades), Kontrol Positif (Bioplacenton®),serta tiga kelompok perlakuan emulgel ekstrak dengan konsentrasi 1% (P1), 2,5% (P2), dan 5% (P3). Perawatan luka dilakukan selama 36 hari dengan pengamatan makroskopis dan analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Hasil uji fitokimia memperlihatkan ekstrak positif mempunyai kandungan flavonoid, fenol, tanin, saponin, alkaloid, serta terpenoid. Analisis data menunjukkan kelompok P3 (konsentrasi 5%) memberikan hasil terbaik dengan rerata lama penyembuhan paling cepat (25,25 hari) dari pada kelompok kontrol negatif (34,25 hari) dan kontrol positif (31 hari). Kelompok P3 juga menunjukkan persentase penyusutan luka mencapai 100% pada hari ke-36. Secara statistik ada perbedaan signifikan pada lama penyembuhan dan penyusutan luka (p<0,05), tetapi tidak ada perbedaan signifikan pada skor Bates-Jensen antar kelompok (p>0,05).Kesimpulan: Luka bakar pada tikus putih jantan sembuh lebih cepat ketika terpapar emulgel yang terbuat dari ekstrak etanol kulit kayu bakau (Rhizophora apiculata); dosis yang paling bermanfaat adalah 1%. Kata Kunci: Emulgel, Penyembuhan Luka, Luka Bakar, Tikus Putih, Rhizophora apiculata.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan)
600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
Program Studi: FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter
Pengguna Deposit: 2507071355 Digilib
Date Deposited: 05 Feb 2026 03:11
Terakhir diubah: 05 Feb 2026 03:11
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95687

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir