EGGY , NADHIFA ZAHRA (2026) PERAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM PEMBINAAN KEMANDIRIAN UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RESIDIVIS. FAKULTAS HUKUM , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (79Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1336Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (784Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Lembaga Pemasyarakatan merupakan institusi resmi dibawah naungan kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berfungsi sebagai tempat pembinaan bagi narapidana. Lembaga ini berperan dalam pelaksanaan pembinaan, pengawasan, serta pengendalian terhadap warga binaan agar mampu menyadari kesalahannya dan tidak mengulangi tindak pidana. Pelaksanaan pembinaan di lembaga pemasyarakatan memiliki arti penting karena menjadi sarana untuk menuntun narapidana menuju perubahan perilaku yang lebih baik dan siap kembali hidup bermasyarakat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah pertama, bagaimana peran Lembaga Pemasyarakatan dalam pembinaan kemandirian untuk mengembangkan potensi sebagai upaya pencegahan residivis; kedua, apakah yang menjadi faktor penghambat peran Lembaga Pemasyarakatan dalam pembinaan kemandirian untuk mengembangkan potensi sebagai upaya pencegahan residivis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus di Lembaga Pemasyarakatan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak-pihak yang relevan, serta dokumentasi lapangan untuk memperkuat temuan penelitian. Pendekatan ini bertujuan memberikan gambaran yang komprehensif mengenai bentuk peran Lembaga Pemasyarakatan dalam pembinaan kemandirian untuk mengembangkan potensi sebagai upaya pencegahan residivis, sekaligus mengidentifikasi hambatan dalam peran Lembaga Pemasyarakatan dalam pembinaan kemandirian untuk mengembangkan potensi sebagai upaya pencegahan residivis. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Lembaga Pemasyarakat dalam pembinaan kemandirian untuk mengembangkan potensi sebagai upaya pencegahan residivis yang secara normatif telah dijalankan berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Secara ideal, pembinaan dilaksanakan yaitu melalui pembinaan kemandirian, yang bertujuan untuk membantu warga binaan mengembangkan potensi sebagai upaya pencegahan residivis, seperti pembuatan roti raja bakery, tapis, menjahit, pertukangan, las dan miniatur, pangkas rambut, laundry, pertanian luar, pertanian dalam, dan pengolahan cocopeat. Meskipun demikian, peran secara faktual Lembaga Pemasyarakatan belum sepenuhnya tercapai, karena masih ditemukan faktor penghambat dalam Peran Lembaga Pemasyarakat dalam pembinaan kemandirian untuk mengembangkan potensi sebagai upaya pencegahan residivis yang teridentifikasi mencakup; kesatu, penegakan hukumnya yaitu kurangnya sumber daya petugas dan banyak yang masih belum memiliki kemampuan pelatihan keterampilan, kedua faktor sarana prasarana yang kurang memadai meliputi ruang pelatihan yang sempit, serta alat-alat pelatihan yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah ketiga, faktor masyarakat yang memiliki stigma negatif narapidana, mengakibatkan kurangnya promosi hasil karya narapidana, keempat faktor budaya narapidana yang malas serta lemahnya motivasi dikarenakan narapidana yang kurang menyadari pentingnya pembinaan kemandirian yang ada dilapas. Dengan demikian, diperlukan upaya berkelanjutan antara lembaga pemasyarakatan, aparat penegak hukum, pihak swasta dan masyarakat agar proses pembinaan kemandirian dapat berjalan lebih efektif dalam menekan angka residivis. Saran yang diberikan oleh penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: pertama, agar pihak Lembaga Pemasyarakatan dapat aktif bekerja sama dengan pihak luar yaitu pihak swasta maupun pemerintah untuk membantu penyempurnaan proses pembinaan yang dilakukan selain itu dapat membantu promosi hasil karya warga binaan. Kedua, diharapkan adanya peningkatan kualitas dan pembaharuan dalam Lembaga Pemasyarakatan dari segi fasilitas sarana dan prasarana, serta penerimaan pegawai atau staff harus sesuai dengan keterampilan bidang masing-masing agar dapat fokus pada pengembangan minat dan keterampilan narapidana. Kata Kunci : Peran, Lembaga Pemasyarakatan, Pembinaan Kemandirian, Residivis.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum |
| Pengguna Deposit: | 2308173136 . Digilib |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 04:16 |
| Terakhir diubah: | 10 Feb 2026 04:16 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/95987 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
