ANALISIS SPASIAL KERAPATAN DAN AKSESIBILITAS UNTUK PENENTUAN AREA REKOMENDASI PENGEMBANGAN FASILITAS PENDIDIKAN DAN KESEHATAN DI KOTA CIMAHI

Qonita Raisa, Bening (2025) ANALISIS SPASIAL KERAPATAN DAN AKSESIBILITAS UNTUK PENENTUAN AREA REKOMENDASI PENGEMBANGAN FASILITAS PENDIDIKAN DAN KESEHATAN DI KOTA CIMAHI. FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK - ABSTRACT.pdf

Download (230kB) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk sangat berpengaruh terhadap penggunaan fasilitas umum yang berdampak kepada pemerataan fasilitasnya. Kondisi ini berkaitan dengan ketidakmerataan distribusi fasilitas pendidikan dan kesehatan yang menyebabkan aksesibilitas masyarakat belum sepenuhnya merata di setiap wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat kerapatan, tingkat aksesibilitas dan area rekomendasi pengembangan fasilitas di Kota Cimahi. Metode penelitian meliputi Kernel Density Estimation (KDE), Accessibility/Remoteness Index of Australia (ARIA), Network Analysis dan Overlay. Data yang digunakan adalah batas administrasi, jaringan jalan, lokasi fasilitas pendidikan dan kesehatan, kawasan perumahan, serta data DEM. Penelitian ini mencakup luas wilayah sebesar 4.248 ha, kemudian dibuat 5 kelas klasifikasi yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Tingkat kerapatan yang sangat rendah pada fasilitas pendidikan seluas 2.093,02 ha (49,4%) dan fasilitas kesehatan seluas 3.696,82 ha (87,3%). Tingkat aksesibilitas yang dihasilkan memiliki nilai rendah hingga sangat rendah pada fasilitas pendidikan seluas 2.399,25 ha (62%) dan fasilitas kesehatan 2.525,45 ha (66,17%). Kondisi ini dipengaruhi oleh distribusi fasilitas yang belum merata, struktur jaringan jalan yang kurang efisien, serta kondisi topografi berbukit dan bergelombang, khususnya di Kelurahan Cipageran dan Cibeber. Berdasarkan hasil penelitian ini, area rekomendasi pada fasilitas pendidikan seluas 1.738,46 ha (46,43%) dan fasilitas kesehatan seluas 2.408,82 ha (65,43%). Ketimpangan distribusi fasilitas dan rendahnya tingkat aksesibilitas diindikasikan mempengaruhi kualitas pelayanan masyarakat dan area fasilitas baru yang akan direkomendasikan. Oleh karena itu, analisis yang lebih mendalam pada penelitian ini dengan berbasis waktu tempuh secara aktual dan kapasitas pelayanan untuk kebutuhan penduduk dapat menghasilkan perencanaan yang lebih efektif terhadap area yang akan direkomendasikan.

Item Type: Other
Subjects: ?? 600 ??
Universitas Lampung > Fakultas Teknik > Prodi Teknik Informatika
Divisions: ?? geodesi ??
Depositing User: 2507907049 Digilib
Date Deposited: 11 Feb 2026 07:52
Last Modified: 11 Feb 2026 07:52
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96175

Actions (login required)

View Item View Item