AUREL , TASYA SYAHBILLA PUTRI (2026) KEBIJAKAN PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING DALAM RANGKA PENCAPAIAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS DI KOTA BANDAR LAMPUNG. FAKULTAS HUKUM , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (249Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1708Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1649Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang hingga kini masih menjadi persoalan serius di Indonesia, termasuk di Kota Bandar Lampung. Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya kualitas sumber daya manusia serta dapat menghambat terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan. Kebijakan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam upaya penanggulangan stunting merupakan wujud pelaksanaan Peraturan Gubernur Lampung Nomor 19 Tahun 2019 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Lampung, yang sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pertama (Tanpa Kemiskinan) dan tujuan ketiga (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Meskipun demikian, pelaksanaan program tersebut masih dihadapkan pada berbagai hambatan, baik yang bersifat sosial maupun struktural. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: bagaimana kebijakan program pencegahan stunting dilaksanakan dalam rangka mendukung pencapaian SDGs di Kota Bandar Lampung, serta faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambatnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan normatif empiris dengan mengombinasikan studi literatur terhadap peraturan perundang-undangan terkait serta pengumpulan data lapangan melalui observasi dan wawancara dengan pihak Dinas Kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung telah menjalankan sejumlah program strategis, antara lain pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), pelaksanaan program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), penyuluhan gizi, penguatan fungsi posyandu, program konsumsi telur, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Adapun kendala yang dihadapi meliputi rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, keterbatasan pendanaan, serta belum optimalnya koordinasi antar sektor. Kata Kunci: Kebijakan, Sustainable Development Goals, Stunting.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum |
| Pengguna Deposit: | 2308479655 . Digilib |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 08:29 |
| Terakhir diubah: | 12 Feb 2026 08:29 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96287 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
