UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA YANG DILAKUKAN OLEH IBU RUMAH TANGGA SEBAGAI PENGEDAR NARKOTIKA (Studi Pada BNN Provinsi Lampung)

Muhammad , Umar Ali Mahfit (2026) UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA YANG DILAKUKAN OLEH IBU RUMAH TANGGA SEBAGAI PENGEDAR NARKOTIKA (Studi Pada BNN Provinsi Lampung). FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (195Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL TANPA LAMPIRAN.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (2143Kb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2141Kb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Peredaran narkotika di Indonesia semakin kompleks dan menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk ibu rumah tangga yang dalam beberapa kasus tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pengedar. Fenomena ini menjadi keprihatinan karena bertentangan dengan peran sosial ibu dalam keluarga. Berdasarkan data di Kota Bandar Lampung, keterlibatan ibu rumah tangga dalam peredaran narkotika mengalami peningkatan. Hal tersebut melatarbelakangi rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu Bagaimana upaya pencegahan dan penanggulangan peredaran narkotika yang dilakukan oleh ibu rumah tangga sebagai pengedar narkotika dan Apa sajakah faktor penghambat dalam upaya tersebut Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan empiris. Pendekatan normatif dilakukan dengan menelaah literatur hukum, peraturan perundangundangan, serta teori-teori hukum yang relevan. Sementara pendekatan empiris dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara langsung dengan penyidik BNN Provinsi Lampung dan akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Lampung. Pendekatan ini bertujuan untuk memahami penerapan hukum secara nyata serta dinamika sosial yang melatarbelakangi kasus ibu rumah tangga sebagai pelaku tindak pidana narkotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan dilakukan dengan mengombinasikan pendekatan penal dan non-penal. Pendekatan non-penal difokuskan pada penyuluhan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan komunitas, sedangkan pendekatan penal diarahkan untuk memutus jaringan besar serta memberikan perlindungan hukum bagi kelompok rentan. Namun, masih terdapat berbagai faktor penghambat seperti minimnya fasilitas pendukung (konselor, psikolog, pendamping hukum), lemahnya pengawasan sosial, dan latar belakang domestik yang penuh tekanan. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar pemerintah membangun budaya hukum yang kuat melalui edukasi hukum berbasis keluarga dan komunitas serta mengembangkan sarana pendukung penegakan hukum yang berperspektif gender. Kolaborasi antara aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan sangat diperlukan guna menciptakan lingkungan sosial yang tangguh dalam mencegah peredaran narkotika, khususnya yang melibatkan ibu rumah tangga. Kata Kunci : Pencegahan, Tindak Pidana, Narkotika, Ibu Rumah Tangga. The distribution of narcotics in Indonesia has become increasingly complex, targeting various layers of society, including housewives who, in some cases, act not only as users but also as dealers. This phenomenon is concerning as it contradicts the social role of mothers within the family. In Bandar Lampung City, data shows a growing involvement of housewives in narcotics trafficking. This issue forms the basis of the research problems, namely: How are prevention and countermeasures against narcotics trafficking involving housewives as drug dealers conducted and What are the inhibiting factors in these efforts This research employs a normative and empirical juridical approach. The normative approach involves the study of legal literature, statutory regulations, and relevant legal theories. Meanwhile, the empirical approach is carried out through field observation and direct interviews with investigators from the National Narcotics Board (BNN) of Lampung Province and legal academics from the University of Lampung. This approach aims to understand the actual implementation of the law and the social dynamics behind the involvement of housewives in narcotics crimes. The research findings indicate that prevention and countermeasures are carried out by combining penal and non-penal approaches. The non-penal approach focuses on counseling, economic empowerment, and community strengthening, while the penal approach targets dismantling major syndicates and providing legal protection for vulnerable groups. However, several inhibiting factors remain, such as the lack of support facilities (counselors, psychologists, legal aid), weak social control, and domestic pressures faced by many women. Based on these findings, it is recommended that the government build a strong legal culture through family- and community-based legal education and develop gendersensitive legal support facilities. Collaboration between law enforcement, community leaders, and educational institutions is crucial to establishing a resilient social environment in preventing narcotics circulation, particularly housewives. Keywords: Prevention, Crime, Narcotics, Housewives.

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum > 345 Hukum pidana
Program Studi: FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum
Pengguna Deposit: 2602038443 Digilib
Date Deposited: 13 Feb 2026 07:38
Terakhir diubah: 13 Feb 2026 07:38
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96356

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir