GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM FILM PERAYAAN MATI RASA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA

ELSYA , SALSABILA (2026) GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM FILM PERAYAAN MATI RASA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (249Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (5Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (5Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Penelitian ini mengidentifikasi bentuk gaya bahasa perbandingan yang terdapat dalam film Perayaan Mati Rasa serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA, khususnya pada materi teks drama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gaya bahasa perbandingan yang terdapat dalam film Perayaan Mati Rasa serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian berupa film Perayaan Mati Rasa, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam dialog film yang mengandung gaya bahasa perbandingan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan transkripsi dialog film. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data dan klasifikasi data berdasarkan jenis gaya bahasa perbandingan menurut teori Tarigan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Perayaan Mati Rasa ditemukan tujuh bentuk gaya bahasa perbandingan, yaitu tautologi dengan 11 data, antisipasi 7 data, antitesis 3 data, metafora 3 data, personifikasi 2 data, perumpamaan 1 data, dan koreksi 1 data. Gaya bahasa perbandingan tersebut berfungsi untuk memperjelas makna tuturan, memperkuat ekspresi emosional tokoh, serta meningkatkan nilai estetis dialog film. Implikasi hasil penelitian terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA, khususnya pada materi teks drama fase F Kurikulum Merdeka, menunjukkan bahwa film dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar kontekstual untuk melatih keterampilan berbicara, memperkaya kosakata, serta meningkatkan kemampuan apresiasi sastra murid. Kata kunci: gaya bahasa perbandingan, film, teks drama, pembelajaran Bahasa Indonesia

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 400 Bahasa
Program Studi: FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) > Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Pengguna Deposit: 2602153069 Digilib
Date Deposited: 13 Feb 2026 07:46
Terakhir diubah: 13 Feb 2026 07:46
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96359

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir