MEMPRAKTIKKAN SOSIOLOGI: POSISI SOSIOLOG DALAM MENEKAN ANGKA STUNTING PADA PROGRAM MUDA BERDAYA UNTUK KEDAULATAN PANGAN (MBKP) DI DESA TAGAWITI, KABUPATEN LEMBATA

ATTAYA' FITRI, SUMAYA (2026) MEMPRAKTIKKAN SOSIOLOGI: POSISI SOSIOLOG DALAM MENEKAN ANGKA STUNTING PADA PROGRAM MUDA BERDAYA UNTUK KEDAULATAN PANGAN (MBKP) DI DESA TAGAWITI, KABUPATEN LEMBATA. FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (185kB) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang tidak hanya berkaitan dengan aspek gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya, seperti kebiasaan makan, selera makan, dan perilaku masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik sosiologi dalam menekan angka stunting pada Program Muda Berdaya untuk Kedaulatan Pangan (MBKP) di Desa Tagawiti. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat Desa Tagawiti, mahasiswa Program Muda Berdaya untuk Kedaulatan Pangan (MBKP), serta pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan program. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial dari Berger dan Luckmann (1966) serta model ekologi dalam antropologi gizi yang dikembangkan oleh Jerome, Kandel, dan Pelto (1980). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat Desa Tagawiti terhadap stunting dan ketahanan pangan berkaitan dengan kebiasaan serta praktik makan dalam rumah tangga. Dalam konteks Program Muda Berdaya untuk Kedaulatan Pangan (MBKP), kondisi prevalensi stunting dipahami melalui praktik makan keluarga dan pemanfaatan pangan lokal. Praktik sosiologi dalam program tersebut menempatkan sosiolog pada posisi strategis melalui pendampingan dan intervensi sosial yang memengaruhi pemahaman masyarakat, kebiasaan makan, selera makan, penentuan prioritas makan, budaya makan, dan perilaku makan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik sosiologi yang dijalankan melalui Program Muda Berdaya untuk Kedaulatan Pangan (MBKP) menempatkan posisi sosiolog dalam mendampingi masyarakat dan mendorong terbentuknya praktik makan keluarga yang lebih adaptif terhadap kebutuhan gizi. Kata kunci: praktik sosiologi, stunting, MBKP, ketahanan pangan

Item Type: Other
Subjects: ?? 300 ??
?? 301 ??
Divisions: Fakultas ISIP > Prodi Sosiologi
Depositing User: 2602171662 Digilib
Date Deposited: 19 Feb 2026 01:03
Last Modified: 19 Feb 2026 01:03
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96413

Actions (login required)

View Item View Item