Jonathan Farrel, Panggabean (2026) UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN MENTIMUN (Cucumis sativus l.) DAN MADU TERHADAP BAKTERI Cutibacterium acnes. Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (233Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2844Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf Download (2128Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Latar Belakang: Infeksi Cutibacterium acnes adalah penyebab paling umum dari acne vulgaris dan infeksi kulit. Pengobatan untuk infeksi Cutibacterium acnes biasanya melibatkan penggunaan antibiotik. Insiden resistensi antibiotik terus meningkat; oleh karena itu, diperlukan alternatif pengobatan menggunakan bahan berbasis tanaman seperti ekstrak daun Cucumis sativus L. Tujuan: Untuk menentukan efek antibakteri dari kombinasi ekstrak etil asetat daun Cutibacterium acnes dan madu terhadap Cutibacterium acnes. Metode: Desain penelitian adalah studi eksperimental laboratorium yang menggunakan metode difusi dinding pada Mueller Hinton Agar. Terdapat 10 kelompok, termasuk kontrol positif dengan klindamisin, kontrol negatif dengan air distilasi, ekstrak etil asetat pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%, serta dengan madu sebagai kombinasi. Setiap kelompok diuji dalam 4 repetisi. Data diperoleh dengan mengukur diameter zona inhibisi yang terbentuk di sekitar sumur. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA atau uji Kruskal-Wallis. Hasil: Ekstrak etil asetat daun mentimun (Cucumis sativus L.) dengan kombinasi madu memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Cutibacterium acnes dengan diameter zona hambat pada konsentrasi P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7, dan P8 ialah sebesar 2,87 mm; 4,27 mm; 6,10 mm; 7,57 mm; 4,60 mm; 6,70 mm; 8,43 mm; dan 9,53 mm, dapat digolongkan sebagai antibakteri lemah dan sedang. Pada K+ sebesar 36,3 mm tergolong antibakteri sangat kuat dan K- tidak terdapat zona hambat. Kesimpulan: Ekstrak etil asetat daun mentimun (Cucumis sativus L.) kombinasi madu terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram positif Cutibacterium acnes. Efektivitas antibakteri ekstrak daun mentimun lebih lemah dibandingkan dengan klindamisin sebagai antibakteri standar terhadap pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes. Kata Kunci: Cucumis sativus L., Antibakteri, Cutibacterium acnes,
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Program Studi: | FAKULTAS KEDOKTERAN (FK) > Prodi S1-Pendidikan Dokter |
| Pengguna Deposit: | 2602856210 Digilib |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 01:23 |
| Terakhir diubah: | 19 Feb 2026 01:23 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96445 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
