M MALVIN, RADJASA RANADIREKSA (2025) FASHION STYLE SEBAGAI KOMUNIKASI NONVERBAL DALAM MEMBENTUK IDENTITAS DIRI (Kajian Komunikasi Interaksi Simbolik Pada Penggunaan Tren Fashion Era 90-An Dan 2000-An Di Kalangan Mahasiwa Ilmu Komunikasi Universitas Lampung Angkatan 2021 - 2023). FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK , UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
1. ABSTRAK - ABSTRACT.pdf Download (212Kb) | Preview |
|
|
File PDF
2. SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2548Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
3. SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2067Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Fashion tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan berpakaian, tetapi juga berperan sebagai media komunikasi nonverbal yang mengandung makna simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Lampung memahami fashion dari era 90-an dan 2000-an sebagai simbol dalam membentuk identitas diri serta bagaimana simbol-simbol fashion tersebut digunakan dan dinegosiasikan dalam interaksi sosial sehari-hari. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik milik George Herbert Mead yang menekankan pada tataran konsep mind, self, dan society dalam proses pembentukan makna simbol. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa Ilmu Komunikasi yang memiliki ketertarikan dan menggunakan gaya fashion era 90-an dan 2000-an dalam kehidupan sehari-hari. Pemilihan informan dilakukan secara purposive dengan mempertimbangkan keterlibatan informan dalam praktik penggunaan fashion sebagai bentuk ekspresi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi memaknai fashion era 90-an dan 2000-an sebagai simbol komunikasi nonverbal yang berfungsi untuk mengekspresikan identitas diri, karakter, dan citra sosial. Fashion digunakan sebagai sarana untuk menunjukkan keunikan, kenyamanan, serta nilainilai yang ingin ditampilkan kepada lingkungan sekitar. Selain itu, penggunaan simbolsimbol fashion juga mengalami proses negosiasi, di mana mahasiswa menyesuaikan gaya berpakaian dengan situasi sosial, norma, dan etika akademik di lingkungan kampus. Proses ini menunjukkan bahwa fashion berperan sebagai simbol yang dinamis dan kontekstual dalam interaksi sosial mahasiswa.Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa fashion era 90-an dan 2000-an memiliki peran penting sebagai media komunikasi nonverbal yang berkontribusi dalam pembentukan identitas diri dan identitas sosial mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Lampung. Kata Kunci: Fashion, Komunikasi Nonverbal, Identitas Diri, Interaksi Simbolik, Mahasiswa Ilmu Komunikasi
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial |
| Program Studi: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) > Prodi S1-Ilmu Komunikasi |
| Pengguna Deposit: | 2602850543 Digilib |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 03:17 |
| Terakhir diubah: | 19 Feb 2026 03:17 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96512 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
