INAYAH , AZZAHRA (2026) TINJAUAN KRIMINOLOGIS KEJAHATAN SEKSUAL FISIK TERHADAP ANAK DI KABUPATEN MESUJI (Studi Kasus Polres Mesuji). HUKUM, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ASBSTRAK.pdf Download (332Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FUL.pdf Restricted to Hanya staf Download (3117Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI FUL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2778Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Kejahatan seksual fisik terhadap anak merupakan persoalan hukum yang serius karena berkaitan langsung dengan pelanggaran hak asasi anak dan kegagalan negara dalam memberikan perlindungan yang efektif sebagaimana dijamin dalam peraturan perundang-undangan. Meskipun telah terdapat pengaturan hukum yang komprehensif, termasuk Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, faktanya kasus kekerasan seksual fisik terhadap anak di Kabupaten Mesuji menunjukkan kecenderungan meningkat dalam tiga tahun terakhir berdasarkan data Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Mesuji. Salah satu kasus yang menonjol adalah pencabulan terhadap dua anak perempuan di bawah umur yang dilakukan oleh pelaku lanjut usia melalui modus bujuk rayu berupa pemberian uang yang mencerminkan penyalahgunaan relasi kedekatan dan kerentanan sosial anak. Kondisi tersebut menimbulkan isu hukum mengenai apa saja faktor-faktor kriminologis yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pelecehan seksual fisik terhadap anak di Kabupaten Mesuji serta bagaimana upaya pencegahan dan penanggulangan yang telah dilakukan oleh aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menangani kejahatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris dengan memadukan kajian peraturan perundang-undangan dan temuan lapangan. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Mesuji, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Mesuji, Ketua Majelis Ulama Indonesia Mesuji, Kepala Desa Simpang Pematang, serta aademisi Fakultas Hukum dan FISIP Universitas Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya tindak pidana kekerasan seksual fisik terhadap anak berkaitan dengan berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal berkaitan dengan kondisi psikologis pelaku, seperti lemahnya pengendalian diri, distorsi moral, dan dorongan seksual yang tidak terkendali, serta kerentanan korban sebagai anak yang belum memiliki kematangan berpikir dan kemampuan melindungi diri. Faktor eksternal meliputi lingkungan sosial, seperti rendahnya literasi hukum, kebiasaan malu melakukan pelaporan kejahatan seksual, serta lemahnya pengawasan orang tua dan lingkungan masyarakat yang membuka kesempatan bagi pelaku untuk melakukan kejahatan. Upaya pencegahan dan penanggulangan kejahatan seksual fisik terhadap anak di Kabupaten Mesuji dilakukan melalui pendekatan non-penal dan penal. Upaya non-penal meliputi langkah pre-emptif dan preventif seperti pembinaan moral, penguatan pengawasan keluarga, peran sekolah, sosialisasi perlindungan anak, serta pengawasan lingkungan untuk menekan niat pelaku dan menutup peluang terjadinya kejahatan. Upaya penal dilaksanakan melalui sistem peradilan pidana mulai dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan, pemidanaan, hingga rehabilitasi korban sesuai peraturan perundang-undangan. Simpulan penelitian ini yakni kejahatan seksual fisik terhadap anak di Kabupaten Mesuji merupakan persoalan yang tidak dapat diselesaikan semata-mata melalui pendekatan penal. Diperlukan penguatan kebijakan non-penal melalui peningkatan kesadaran hukum masyarakat, penguatan fungsi keluarga sebagai institusi perlindungan utama, penyediaan sarana perlindungan seperti rumah aman, penambahan sumber daya manusia profesional di bidang pendampingan anak, serta koordinasi lintas sektor yang terintegrasi. Upaya terpadu tersebut merupakan prasyarat untuk mewujudkan perlindungan anak secara efektif, berkelanjutan, dan sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Kata Kunci: Kriminologis, Kejahatan Seksual Fisik, Anak, Mesuji. Physical sexual violence against children constitutes a serious legal issue as it directly relates to violations of children’s human rights and the failure of the state to provide effective protection as guaranteed by statutory regulations. Despite the existence of comprehensive legal frameworks, including Law Number 12 of 2022 on Sexual Violence Crimes, empirical data from the Women and Children Protection Unit (Unit PPA) of the Mesuji Police indicate an increasing trend in cases of physical sexual violence against children in Mesuji Regency over the past three years. One notable case involved the sexual abuse of two underage girls by an elderly perpetrator through the use of monetary inducements, reflecting an abuse of close social relationships and the social vulnerability of children. This condition raises legal issues concerning the criminological factors contributing to physical sexual abuse against children in Mesuji Regency, as well as the effectiveness of preventive and counteractive measures undertaken by law enforcement agencies, local government, and the community. This research employs both normative juridical and empirical juridical approaches by integrating statutory analysis with field findings. Primary data were obtained through interviews with investigators from the Women and Children Protection Unit of the Mesuji Police, the Mesuji Office for Women’s Empowerment and Child Protection (PPPA), the Chairperson of the Mesuji Indonesian Ulema Council (MUI), the Head of Simpang Pematang Village, and academics from the Faculty of Law and the Faculty of Social and Political Sciences at the University of Lampung. The results of the study indicate that the occurrence of physical sexual violence against children is related to various internal and external factors. Internal factors are associated with the psychological condition of the perpetrator, such as weak self-control, moral distortion, and uncontrolled sexual impulses, as well as the vulnerability of the victim as a child who has not yet attained cognitive maturity and the ability to protect themselves. External factors include the socia environment, such as low levels of legal literacy, a culture of shame that discourages the reporting of sexual crimes, and weak parental and community supervision, which create opportunities for perpetrators to commit such crimes.Efforts to prevent and address physical sexual violence against children in Mesuji Regency are carried out through both non-penal and penal approaches. Non-penal efforts include pre-emptive and preventive measures such as moral development, strengthening family supervision, the role of schools, child protection socialization, and environmental monitoring to suppress perpetrators’ intentions and close opportunities for crime. Penal efforts are implemented through the criminal justice system, encompassing investigation, inquiry, prosecution, sentencing, and victim rehabilitation in accordance with applicable laws and regulations. The study concludes that physical sexual crimes against children in Mesuji Regency constitute a multidimensional problem that cannot be addressed solely through penal approaches. Strengthening non-penal measures is essential, including enhancing public legal awareness, reinforcing the family’s role as the primary institution of child protection, providing adequate protective facilities such as safe houses, increasing the number of professional child-support personnel, and improving integrated cross-sectoral coordination. Such comprehensive measures are essential to ensure effective, sustainable child protection in accordance with statutory mandates. Keywords: Criminology, Physical Sexual Offences, Children, Mesuji.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 300 Ilmu sosial > 340 Ilmu hukum |
| Program Studi: | FAKULTAS HUKUM (FH) > Prodi S1-Ilmu Hukum |
| Pengguna Deposit: | 2602551328 Digilib |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 08:09 |
| Terakhir diubah: | 20 Feb 2026 08:09 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96724 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
