Lavita Wirda, Sari (2026) PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI INTEGRASI UBI KAYU DAN KAMBING DI KECAMATAN BUMI RATU NUBAN KABUPATEN LAMPUNG TENGAH. FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG.
|
File PDF
ABSTRAK.pdf Download (210Kb) | Preview |
|
|
File PDF
SKRIPSI FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (1518Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF
SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (1210Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan integrasi, menganalisis dan membandingkan pendapatan sebelum dan sesudah integrasi, menganalisis pendapatan rumah tangga, serta menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga petani integrasi ubi kayu dan ternak kambing di Kecamatan Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah. Data penelitian diperoleh pada bulan Mei 2025 menggunakan metode survei. Responden penelitian terdiri atas 43 petani yang menerapkan sistem integrasi, yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh (sensus). Pelaksanaan integrasi ubi kayu dan kambing dianalisis secara deskriptif kuantitatif; pendapatan usahatani integrasi dihitung menggunakan perhitungan Revenue Cost Ratio (R/C) dan uji Mann-Whitney; pendapatan rumah tangga dianalisis dengan cara menjumlahkan pendapatan keluarga yang berasal dari on farm, off farm, dan non farm; serta kesejahteraan rumah tangga dianalisis dengan menggunakan kriteria World Bank (2024) dan Badan Pusat Statistik (2024). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani integrasi memanfaatkan daun ubi kayu sebagai pakan ternak dan limbah peternakan berupa kotoran kambing sebagai pupuk organik, menghemat biaya pakan sebesar Rp1.357.282,72 per tahun serta menghemat biaya tunai dan biaya total pupuk secara berturut-turut sebesar Rp1.293.322,74 per tahun dan Rp432.261 per tahun. Pendapatan usahatani ubi kayu dan kambing sebelum integrasi dan sesudah integrasi memiliki perbedaan yang signifikan dan termasuk usaha yang menguntungkan, dengan nilai pendapatan atas biaya total secara berturut-turut sebesar Rp10.462.489,68 per tahun dan Rp21.978.362,19 per tahun dan nilai r/c ratio secara berturut-turut sebesar 1,44 dan 1,65. Total pendapatan rumah tangga sebesar Rp49.780.687,77 per tahun. Kesejahteraan rumah tangga petani integrasi berdasarkan Badan Pusat Statistik (2024) termasuk dalam kategori tidak miskin sebesar 95,35 persen dan berdasarkan kriteria World Bank hanya sebesar 6,98 persen petani integrasi yang termasuk dalam kategori tidak miskin. Kata kunci: integrasi, kambing, kesejahteraan, pendapatan, ubi kayu. This research aims to analyze the implementation of integrated farming, analyze and compare income before and after integration, analyze household income, and analyze the level of household welfare of cassava-goat integrated farmers in Bumi Ratu Nuban District, Central Lampung Regency. The research data were obtained in May 2025 using a survey method. The respondents consisted of 43 farmers using census technique. The implementation of cassava-goat integration was analyzed descriptively quantitatively; the income from integrated farming was calculated using the Revenue Cost Ratio (R/C) calculation and the Mann-Whitney test; household income was analyzed by adding up family income derived from on farm, off farm, and non farm; household welfare was analyzed using the criteria of the World Bank (2024) and the Central Bureau of Statistics Indonesia (2024). The results of this study indicate that integrated farmers utilize cassava leaves as animal feed and livestock waste in the form of goat manure as organic fertilizer, saving feed costs of Rp1,357,282.72 per year and saving cash costs and total fertilizer costs of Rp1,293,322.74 per year and Rp432,261 per year, respectively. The income of cassava and goat farming before and after integration has a significant difference and is a profitable business, with the value of income to total costs of Rp10,462,489.68 per year and Rp21,978,362.19 per year respectively and the r/c ratio value of 1.44 and 1.65 respectively. Total household income is Rp49,780,687.77 per year. The total household income of integrated farmers is IDR 49.780.687,77 per year. The welfare of integrated farmer households based on the Central Bureau of Statistics Indonesia (2024) that included in the non-poor category at 95.35 percent and based on World Bank criteria, only 6.98 percent of integrated farmers are included in the non-poor category. Keywords: cassava, goat, income, integration, welfare.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan |
| Program Studi: | FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S1 Agribisnis |
| Pengguna Deposit: | 2602732487 Digilib |
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 07:14 |
| Terakhir diubah: | 23 Feb 2026 07:14 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96863 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
