ANNISA, NURJANAH (2026) SEBARAN HORIZONTAL TRACE ELEMENTS (75As DAN 111Cd) PADA SEDIMEN LAUT DALAM: STUDI KASUS DI SELAT MAKASSAR DAN LAUT BALI. Pertanian , Universitas Lampung .
|
File PDF (anyone)
ABSTRAK.pdf Download (162Kb) | Preview |
|
|
File PDF
FILE TUGAS SKRIPIS FULL.pdf Restricted to Hanya staf Download (2255Kb) | Minta salinan |
||
|
File PDF (anyone)
FILE TUGAS AKHIR_FULL TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf Download (2219Kb) | Preview |
Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)
Sedimen laut dalam berperan sebagai arsip geokimia yang merekam proses lingkungan dan potensi akumulasi trace elements akibat interaksi faktor alami maupun aktivitas antropogenik. Selat Makassar hingga Laut Bali merupakan kawasan oseanografi strategis karena dilalui Arus Lintas Indonesia (Arlindo) serta dipengaruhi masukan material daratan, aktivitas pelayaran, dan dinamika laut dalam, namun kajian mengenai distribusi trace elements pada sedimen laut dalam tropis Indonesia masih terbatas. Penelitian bertujuan untuk menganalisis konsentrasi trace elements ⁷⁵As dan ¹¹¹Cd pada sedimen laut dalam serta mengevaluasi tingkat kontaminasi dan indikasi sumber alaminya maupun antropogeniknya. Sampel sedimen diperoleh dari lima stasiun pengamatan dalam ekspedisi GEOMARIN III menggunakan kapal riset Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Preparasi sampel dilakukan melalui proses destruksi basah, dan analisis kandungan unsur dilakukan menggunakan Inductively Coupled Plasma–Mass Spectrometry (ICP-MS) berdasarkan EPA Method 6020A. Karakteristik fisik sedimen dianalisis menggunakan Dynamic Light Scat-tering (DLS), sementara tingkat kontaminasi dievaluasi melalui Contamination Factor (CF) dan Pollution Load Index (PLI) dan Enrichment Factor (EF), serta didukung analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ⁷⁵As berki-sar 0,08–0,53 mg/kg dan ¹¹¹Cd 0,001–0,012 mg/kg, yang tergolong rendah dan berada di bawah nilai rata-rata global. Nilai CF dan PLI pada seluruh stasiun < 1 dan masuk kategori tidak tercemar hingga tercemar rendah. Nilai EF mengindikasikan dominasi sumber alami dengan pengayaan antropogenik ringan hingga sedang, terutama di wilayah Delta Mahakam dan sekitar Pulau Kangean. Secara keseluruhan, sedimen laut dalam di wilayah penelitian berada pada kondisi geokimia relatif stabil dengan pengaruh antropogenik yang terbatas.
| Jenis Karya Akhir: | Skripsi |
|---|---|
| Subyek: | 600 Teknologi (ilmu terapan) > 630 Pertanian dan teknologi yang berkaitan |
| Program Studi: | FAKULTAS PERTANIAN (FP) & PASCASERJANA > Prodi S1 Perikanan dan Kelautan |
| Pengguna Deposit: | 2602866596 Digilib |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 06:24 |
| Terakhir diubah: | 24 Feb 2026 06:24 |
| URI: | http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/96930 |
Actions (login required)
![]() |
Lihat Karya Akhir |
