ANALISIS TINGKAT KERAWANAN DAN VARIABEL YANG MEMPENGARUHI SENGKETA BIDANG TANAH BERBASISINTEGRASI (GETIS-ORD GI*) DAN FUZZY GAMMA DI KOTA JAKARTA SELATAN

NURUL, RAHMA (2026) ANALISIS TINGKAT KERAWANAN DAN VARIABEL YANG MEMPENGARUHI SENGKETA BIDANG TANAH BERBASISINTEGRASI (GETIS-ORD GI*) DAN FUZZY GAMMA DI KOTA JAKARTA SELATAN. FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS LAMPUNG.

[img]
Preview
File PDF
ABSTRAK.pdf

Download (136Kb) | Preview
[img] File PDF
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Hanya staf

Download (23Mb) | Minta salinan
[img]
Preview
File PDF
SKRIPSI TANPA PEMBAHASAN.pdf

Download (23Mb) | Preview

Abstrak (Berisi Bastraknya saja, Judul dan Nama Tidak Boleh di Masukan)

Pertumbuhan penduduk yang pesat serta perkembangan wilayah perkotaan di Jakarta Selatan membuat ketersediaan lahan terbatas dan hampir tidak ada lahan kosong sehingga terjadi perebutan lahan yang meningkat, situasi tersebut berujung terjadinya potensi sengketa bidang tanah. Penelitian ini yang bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan dan variabel yang mempengaruhi sengketa bidang tanah dengan mengintegrasi berdasarkan empat variabel utama, yaitu kepadatan penduduk, nilai NJOP, alih fungsi tutupan lahan, dan status kepemilikan tanah. Data yang digunakan mencakup data spasial administrasi Kota Jakarta Selatan, data kependudukan, data sengketa tanah, nilai NJOP tanah, status kepemilikan tanah, dan citra Sentinel-2A land cover. Metode yang digunakan adalah Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui integrasi hotspot analysis (GetisOrd Gi*) untuk mengidentifikasi sebaran lokasi hotspot dan coldspot sengketa tanah, serta fuzzy gamma (γ = 0,9) untuk menentukan tingkat kerawanan sengketa tanah dan variabel yang berpengaruh melalui teknik overlay. Hasil klasifikasi tutupan lahan di uji validasi dengan 100 sampel dengan nilai OA sebesar 96% dan kappa sebesar 89%. Berdasarkan hasil integrasi dengan metode (Getis-Ord Gi*) dan fuzzy gamma. Lokasi sebaran hotspot dengan Z-score > 2,41-3,74 berada di bagian utara dan timur, sedangkan coldspot dengan Z-score ≤ -2,15 berada di selatan Jakarta Selatan. Hasil tingkat kerawanan sengketa tanah dengan lima kategori, yaitu sangat tinggi (22,62%), tinggi (13,92%), sedang (17,84%), rendah (23,00%), dan sangat rendah (22,62%). Serta variabel yang paling berpengaruh yaitu nilai NJOP tanah (0,87) dan status kepemilikan tanah belum bersertifikat (0,75), nilai tersebut menunjukkan pengaruh terhadap kerawanan sengketa akibat tingginya nilai ekonomi tanah dan ketidakjelasan status hukum kepemilikan tanah. Kata kunci : Sengketa tanah, Fuzzy gamma, Hotspot analysis, SIG, Jakarta Selatan. Rapid population growth and urban development in South Jakarta have resulted in limited land availability and the scarcity of vacant land, leading to intensified land competition and consequently increasing the potential for land parcel disputes. This study aims to analyze the level of land dispute vulnerability and the variables influencing land parcel disputes by integrating four main factors: population density, land NJOP (assessed land value), land cover change, and land ownership status. The data utilized include administrative spatial data of South Jakarta, population data, land dispute records, land NJOP values, land ownership status, and Sentinel-2A imagery for land cover mapping. The methodology employs a Geographic Information System (GIS) approach through the integration of hotspot analysis (Getis-Ord Gi*) hotspot analysis to identify the spatial distribution of hotspot and coldspot areas of land disputes, and the fuzzy gamma method (γ = 0.9) to determine the level of land dispute vulnerability and the influence of each variable using an overlay technique. The land cover classification was validated using 100 sample points, resulting in an Overall Accuracy (OA) of 96% and a Kappa coefficient of 89%. The results indicate that hotspot areas with Z-scores > 2.41-3.74 are concentrated in the northern and eastern parts of South Jakarta, while coldspot areas with Z-scores ≤ -2.15 are located in the southern part of the study area. The vulnerability level is classified into five categories: very high (22.62%), high (13.92%), moderate (17.84%), low (23.00%), and very low (22.62%). The most influential variables are land NJOP value (0.87) and uncertified land ownership status (0.75), indicating a strong influence on land dispute vulnerability due to high land economic value and unclear legal ownership status. Keywords: Land dispute, Fuzzy gamma, Hotspot analysis, GIS, South Jakarta

Jenis Karya Akhir: Skripsi
Subyek: 600 Teknologi (ilmu terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan
Program Studi: FAKULTAS TEKNIK (FT) > Prodi S1-Teknik Geodesi
Pengguna Deposit: 2602459800 Digilib
Date Deposited: 26 Feb 2026 07:41
Terakhir diubah: 26 Feb 2026 07:41
URI: http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/97088

Actions (login required)

Lihat Karya Akhir Lihat Karya Akhir